Hadiah Imlek untuk Inggris-Kanada: Ke Tiongkok Bisa Tanpa Visa

Hadiah Imlek untuk Inggris-Kanada: Ke Tiongkok Bisa Tanpa Visa

PERDANA MENTERI INGGRIS Keir Statmer menerima penyambutan saat tiba di Beijing, 28 Januari 2026.-Kin Cheung-Pool-AFP-

PEMERINTAH Tiongkok memastikan warga Kanada dan Inggris dapat masuk tanpa visa mulai Selasa, 17 Februari 2026. Kebijakan itu berlaku hingga 31 Desember 2026.

Konfirmasi itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Minggu, 15 Februari 2026. Sebelum itu, para pemimpin negara-negara tersebut juga mengeluarkan pengumuman senada setelah kunjungan resmi ke Beijing pada Januari 2026.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney sama-sama bertemu Presiden Xi Jinping. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyampaikan kemajuan hubungan bilateral. Termasuk akses bebas visa bagi warga mereka.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut, “Pemegang paspor biasa dari negara-negara ini dapat memasuki Tiongkok tanpa visa untuk keperluan bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga dan teman, pertukaran, atau transit dengan masa tinggal tidak lebih dari 30 hari.”

BACA JUGA:Sambut Tahun Kuda Api di Kelenteng Sam Poo Kong, Konjen Tiongkok Ye Su Bikin Shufa

BACA JUGA:’’Bar Jamu’’ Ala Tiongkok, Obat Stres Anak Muda: Merusak Diri Sendiri, Tapi Tetap Menyehatkan

Kebijakan tersebut, lanjut pernyataan itu, dimaksudkan untuk semakin mempermudah pertukaran antarmasyarakat antara Tiongkok dan negara-negara lain.

Dengan keputusan tersebut, Amerika Serikat kini menjadi satu-satunya anggota Five Eyes yang belum memperoleh fasilitas serupa. Australia dan Selandia Baru sudah terlebih dulu bebas ke Tiongkok.

Aturan baru itu juga menyelaraskan Inggris dan Kanada dengan sekitar 50 negara lain. Misalnya, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang. Mereka juga sudah lebih dulu mendapatkan akses bebas visa.

Ya, 17 Februari bertepatan dengan awal Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi. Momentum puncak mobilitas warga Tiongkok. Artinya, kebijakan tersebut membuka peluang peningkatan kunjungan bisnis dan wisata.


LAMPION RAKSASA menyambut Imlek di salah satu taman di Beijing, 15 Februari 2026.-PEDRO PARDO-AFP-

Data Kantor Statistik Nasional Inggris mencatat, sekitar 620 ribu warga Inggris bepergian ke Tiongkok pada 2024. Dalam kunjungannya ke Beijing, Starmer mengatakan pelaku usaha Inggris sudah sangat lama ingin memperluas jejaring ke Tiongkok.

Meski demikian, kunjungan tersebut menuai kritik dari sebagian oposisi di Inggris. Pemerintah Starmer juga menyetujui pembangunan kedutaan besar baru Tiongkok di London. Para penentangnya bilang, hadirnya kedutaan yang lebih besar itu berpotensi menimbulkan risiko keamanan. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: