’’Bar Jamu’’ Ala Tiongkok, Obat Stres Anak Muda: Merusak Diri Sendiri, Tapi Tetap Menyehatkan
PENDIRI BAR Nian Qing, Wu Siyuan, menata rak-rak berisi aneka tanaman herbal, 3 Februari 2026.-JADE GAO-AFP-
Sebagian anak muda Tiongkok merasa bahwa hidup kian berat. Maka, mereka pun lari ke minum-minuman. Eits, bukan semata-mata minuman keras. Yang mereka tuju justru Chinese herbal medicine alias ’’jamu’’ ala Tiongkok.
LAMPU temaram menerangi sebuah bar di Shanghai, pertengahan Februari 2026. Di sudut ruangan, Helen Zhao, seorang mahasiswa pascasarjana, mengulurkan kedua pergelangan tangannya. Seorang tabib, praktisi pengobatan tradisional Tiongkok, menyambut tangan itu dan memeriksa denyut jadi Helen.
Itu adalah langkah awal yang harus dilakoni Helen. Untuk diagnosis. Setelah ketemu problem kesehatannya, Helen baru boleh memesan minuman spesial: koktail sehat. Yang diracik berdasar prinsip pengobatan tradisional Tiongkok.
Bar semacam itu kini muncul di sejumlah kota di Tiongkok. Anak-anak muda menjulukinya sebagai punk wellness. Istilah yang ironis plus kontradiktif sejatinya. Sebab, maknanya adalah merusak diri sendiri tetapi tetap menyelamatkan diri.
BACA JUGA:Bubur Laba, Menu Tradisional Tiongkok yang Mengawali Rangkaian Imlek
BACA JUGA:Kebijakan Anyar Tiongkok Tingkatkan Keamanan Mobil: Tak Boleh Lagi Gagang Tersembunyi
Harus diakui, di satu sisi, gaya hidup serba cepat memaksa mereka bergulat dengan jam kerja panjang, bergadang, dan makanan instan. Di sisi lain, ada dorongan untuk tetap peduli pada kesehatan. Meski caranya tidak selalu konvensional.
Di Niang Qing, sebuah bar bertema pengobatan tradisional di Shanghai, tabib tersebut mengenakan jas putih. Seperti dokter. Dan ia memang benar-benar mendiagnosis kondisi fisik pelanggan berdasar cek nadi tersebut.
Setelah itu, bartender langsung menyiapkan koktail khusus. Paduan minuman beralkohol dengan ramuan herbal dan akar-akaran. Sesuai ’’resep’’ untuk keluhan pelanggan.
Karena itu, rak minuman keras yang lazim ada di bar-bar dipadukan dengan laci-laci apotek berisi aneka bahan herbal. Isinya bisa goji berry (Lycium barbarum) atau akar angelica (Angelica archangelica). Dan yang lebih banyak menguar di udara adalah aroma herbal. Sehingga, kesan tempat itu lebih dekat ke klinik daripada bar. Meskipun aneka koktail tetap menjadi menu utama.

TABIB Ding (tengah) sedang melayani konsultasi pelanggan yang akan minum di kafe Nian Qing, Shanghai.-JADE GAO-AFP-
“Bar ini sebenarnya jadi kesempatan buat saya,” kata Helen, perempuan 26 tahun itu. Dia mengakui bahwa gaya hidupnya khas anak muda. Sering bergadang. Makan juga ngawur.
“Saya memang suka minum setelah pulang kerja. Di sini, saya bisa sekalian mengecek apakah ada yang tidak beres dengan tubuh saya. Sambil tetap berharap pada hal-hal yang baik,’’ ucapnya seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse, Jumat, 13 Februari 2026.
Praktisi pengobatan tradisional di bar itu, Ding, menilai perpaduan pengobatan tradisional dan alkohol tidak sepenuhnya bertentangan. Dalam tradisi, ada praktik minuman beralkohol berkhasiat. Sebutannya: angora obat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: