15 UPDATE Perang Iran vs AS–Israel Hari ke-7 di Timur Tengah

15 UPDATE Perang Iran vs AS–Israel Hari ke-7 di Timur Tengah

Serangan baru mengguncang Iran dan Lebanon pada 6 Maret, ketika Israel bersumpah untuk meningkatkan eskalasi ke fase baru dalam perang Timur Tengah yang telah meningkat pesat di seluruh wilayah dan sekitarnya.-Ibrahim Amro-AFP Forum

HARIAN DISWAY – Konflik bersenjata antara Iran dan poros Amerika Serikat (AS)–Israel terus meningkat dan kini memasuki hari ketujuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Serangan balasan dari kedua pihak semakin meluas, memicu kekhawatiran akan dampak besar terhadap stabilitas keamanan kawasan serta perekonomian global.

Dalam sepekan terakhir, rangkaian serangan militer tidak hanya terjadi di wilayah Iran dan Israel, tetapi juga menjalar ke sejumlah negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

BACA JUGA:Setelah Moody's, Giliran Fitch Catat Negatif: Masa Depan Ekonomi Indonesia, Suram atau Solid?

BACA JUGA:Iran Luncurkan Rudal Khoramshahr-4 ke Tel Aviv, Bawa 80 Bom Tandan

Ketegangan tersebut turut berdampak pada lonjakan harga energi dunia, gangguan jalur perdagangan, hingga meningkatnya korban jiwa dan pengungsian.

Berikut sejumlah perkembangan terbaru dari perang Iran melawan Amerika Serikat dan sekutunya:

1. AS tingkatkan produksi senjata

Presiden Donald Trump menyatakan perusahaan pertahanan utama Amerika Serikat telah menyepakati peningkatan produksi senjata canggih untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung.

Dalam minggu pertama konflik, militer AS mengklaim telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 3.000 target.

BACA JUGA:Konflik AS–Israel dan Iran Memanas, Kemlu Pastikan WNI Aman Meski Ada yang Terdampar

BACA JUGA:Pemerintah Klaim Negara-Negara Timur Tengah Dukung Indonesia Jadi Mediator Iran - AS

2. Harga minyak dunia melonjak

Ketegangan di kawasan Teluk memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Harga minyak mentah melonjak tajam seiring meningkatnya risiko gangguan distribusi.

Kontrak minyak acuan internasional Brent tercatat naik hingga 8,5 persen menjadi 92,69 dolar AS per barel dalam satu hari dan hampir 30 persen sepanjang pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: