Selama masa masa uji coba, pemain yang servis melebihi 25 detik hanya diberi verbal warning.
Alwi Farhan saat berlaga di turnamen China Open 2025 melawan Kunlavut Vitidsarn di babak 32 besar-PBSI-
"Analisis data dari ratusan pertandingan di kejuaraan elite dan turnamen World Tour menunjukkan, 80 persen waktu antar reli tidak terjadi insiden. Seperti intervensi medis, pembersihan lapangan, senar putus, dan lain-lain," tulis BWF.
BACA JUGA:Bulutangkis Indonesia Raih Emas di SEA Games 2025, Erick Thohir Angkat Topi
"Rata-rata pemain hanya membutuhkan 22 detik untuk aktivitas di jeda antar reli, dibandingkan dengan sembilan detik per reli," lanjut badan organisasi yang berpusat di Malaysia tersebut.
BWF akan melakukan evaluasi secara bertahap selama uji coba aturan time clock. Setelah proses uji coba dilakukan, aturan ini diberlakukan secara permanen saat Annual General Meeting (AGM) atau Council Meeting.
Jika uji coba dinilai berhasil, aturan time clock dan continuous play akan diberlakukan secara penuh pada tahun ini. Untuk pertandingan yang belum menggunakan time clock, penilaian dilakukan dengan penekanan bahwa penerima servis mengikuti tempo server.
BWF World Tour 2026 telah dimulai. Saat ini sedang berlangsung Malaysia Open 2026. Setelah itu ada India Open 2026 yang merupakan turnamen Super 750 pada 13-18 Januari 2026. Kemudian Indonesia Masters 2026 sebagai turnamen ketiga tahun ini. (*)