Mantan Sutradara Assassin’s Creed Nilai Masa Depan Game AAA Ada di Tim Kecil

Senin 12-01-2026,12:15 WIB
Reporter : Dave Yehosua
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY — Mantan sutradara Assassin’s Creed, Alexandre Amancio, menilai industri game AAA berada di titik kritis.

Menurutnya, pendekatan pengembangan dengan tim besar dan anggaran raksasa sudah tidak lagi berkelanjutan.

Ia bahkan menegaskan bahwa masalah dalam pengembangan game tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah jumlah orang.

Pandangan itu disampaikan Amancio dalam wawancara dengan GamesIndustry.biz.

Saat ini, Amancio bekerja di FunPlus, namun pengalamannya selama bertahun-tahun di Ubisoft menjadi landasan utama kritiknya terhadap pola kerja studio AAA modern.

“Tidak masuk akal untuk terus membuat game yang semakin besar dengan semakin banyak orang,” ujar Amancio. Ia merujuk pada teori organisasi yang menyebut bahwa ketika sebuah proyek melibatkan lebih dari 100 orang, dinamika kerja akan berubah drastis.

BACA JUGA:Ketika Game-Game Indie Mengalahkan Game Triple A, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

BACA JUGA:GTA 6 Dinilai Tak Akan Selamatkan Industri Gim yang Sedang Terpuruk


Menurut sang mantan Sutradara Assassin's Creed ungkap bahwa game AAA lebih mudah digarap dengan tim yang kecil. --Best-wallpaper

Menurutnya, saat jumlah tim melewati ambang tersebut, struktur manajemen akan membengkak secara tidak proporsional.

Rasio antara manajer dan pekerja inti meningkat tajam, menciptakan lapisan koordinasi yang berlebihan. “Anda akhirnya membutuhkan orang untuk mengoordinasikan orang-orang yang juga mengoordinasikan orang lain,” katanya.

Amancio menilai, banyak studio AAA di masa lalu melakukan kesalahan fundamental dengan berpikir bahwa setiap masalah dapat diatasi dengan menambah tenaga kerja. Padahal, pendekatan tersebut justru sering berujung sebaliknya.

“Menambahkan orang ke sebuah masalah justru akan menghambat mereka yang sebelumnya sudah bekerja secara efisien,” jelasnya.

Kehadiran anggota baru menciptakan terlalu banyak variabel, meningkatkan kebisingan dalam proses produksi, dan pada akhirnya memperlambat pengambilan keputusan.

BACA JUGA:Rewind Dunia Game Sepanjang 2025: Polemik AI Sampai Kebangkitan Game Indie

Kategori :