Kelenjar keringat yang semakin aktif memicu bau badan lebih kuat. Akibat interaksi dengan bakteri di permukaan kulit.
Ia menambahkan bahwa perubahan fisik itu sebenarnya bersifat alami. Namun, dapat membuat anak merasa tidak nyaman jika tidak disiapkan secara mental.
BACA JUGA:5 Hal yang Anak Remaja Harapkan dari Orang Tuanya
BACA JUGA:Gaya Oversized sebagai Tren Utama Fashion Remaja
Komunikasi terbuka dengan anak dinilai penting agar mereka memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya.
Tanda pubertas dini salah satunya terlihat dari pertumbuhan rambut di ketiak atau wajah pada sebagian remaja.--freepik.com
Dalam menangani perubahan kulit dan rambut tersebut, Dr Arora menekankan pentingnya perawatan yang lembut dan tidak berlebihan. Rutinitas sederhana justru dinilai paling efektif. Terutama bagi kulit remaja yang masih sensitif.
Ia menyarankan pembersihan wajah satu hingga dua kali sehari. Menggunakan pembersih lembut tanpa pewangi, penggunaan pelembap ringan non-komedogenik, serta menghindari scrub kasar atau produk perawatan orang dewasa.
Untuk masalah ketombe atau kulit kepala berminyak, sampo antiketombe ringan cukup digunakan satu hingga dua kali seminggu.
BACA JUGA:5 Alasan Karya Jenny Han Populer dan Jadi Favorit Remaja
BACA JUGA:Quarter-Life Crisis di Kalangan Remaja Mitos atau Fakta?
Sementara penggunaan obat resep seperti adapalene atau benzoyl peroxide sebaiknya hanya dilakukan atas anjuran dokter.
Jika jerawat terasa nyeri, menyebar luas, atau mulai memengaruhi kepercayaan diri anak, orang tua disarankan segera berkonsultasi ke dokter kulit.
Tanda pubertas dini salah satunya terlihat dari pertumbuhan rambut di ketiak atau wajah pada sebagian remaja.--freepik.com
Penanganan sejak dini membantu mencegah bekas jerawat. Sekaligus mampu menjaga kesehatan mental anak.
“Dengan konsultasi tepat waktu, kami bisa menangani masalah kulit. Sekaligus dampak emosional yang mungkin dirasakan anak,” kata Dr Arora.