5 Tip Mengatasi Jerawat Hormonal Akibat Begadang dan Stres

5 Tip Mengatasi Jerawat Hormonal Akibat Begadang dan Stres

Jerawat hormonal bisa datang jika tubuh kurang istirahat dan banyak fikiran.--Pinterest

HARIAN DISWAY - Awal tahun sering kali diwarnai dengan tekanan target baru, rutinitas padat, dan pola tidur yang berantakan. Kondisi itu dapat memicu stres.

Ditambah dengan kebiasaan begadang. Kebiasaan buruk yang akan berdampak langsung pada kesehatan kulit.

Begadang dapat menganggu ritme sirkadian tubuh. Memicu pelepasan hormon kotisol atau hormon stres dalam jumlah berlebihan.

Hormon itu merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi sebum lebih banyak. Pori-pori dengan mudah tersumbat. Lalu memicu peradangan jerawat.

BACA JUGA:Penyebab Jerawat dan Rambut Berminyak Muncul Lebih Awal pada Remaja

BACA JUGA:Kulit Sedang Berjerawat? Yuk, Buat 5 Masker Alami yang Aman di Rumah

Jerawat tidak hanya muncul di area wajah. Tapi juga bisa muncul di rahang, leher, dagu, dan lokasi khas jerawat hormonal. 

Tanpa penanganan yang tepat, kondisi itu bisa terlangsung lama dan menganggu kepercayaan diri. Berikut tip untuk mengatasi jerawat hormonal.

1. Perbaiki Pola Tidur Secara Konsisten


Begadang dapat memicu tumbuhnya jerawat hormonal.--Pinterest

Kebiasaan begadang bisa menggangu pola kerja alami tubuh. Hormon stres kortisol dapat meningkat. Hormon itu bisa merangsang kelenjar minyak berlebihan. Itulah yang menjadi pemicu utama munculnya jerawat hormonal.

Usahakan tidur 7 hingga 8 jam setiap malam. Konsistensi tersebut bisa membantu tubuh untuk menyeimbangkan hormon. Juga memperbaiki regenerasi kulit secara alami.

BACA JUGA:Perbedaan Bekas Jerawat PIE dan PIH serta Cara Mengatasinya

BACA JUGA:5 Tip Hilangkan Jerawat Besar

2. Mengatasi Stres Dengan Aktivitas Positif 

Stres sering kali datang dari tekanan pekerjaan. Atau banyak target baru yang harus diselesaikan. Kondisi itu bisa memperparah ketidakseimbangan hormon. Akibatnya berdampak langsung pada kulit wajah. 

Alihkan pikiran dengan menyibukkan diri pada hobi atau aktivitas fisik ringan. Cara itu efektif. Karena bisa menurunkan kadar kortisol dan mencegah munculnya jerawat baru.

3. Gunakan Skincare Dengan Bahan Aktif Yang Tepat

Pilih produk pembersih wajah yang mengandung salicylic atau benzoyl peroxide. Keduanya terbukti ampuh untuk membersihkan pori-pori. Pun, mengurangi peradangan jerawat hormonal.

Hindari produk berbahan alkohol atau wewangian yang bisa menyebabkan iritasi. Fokus pada perawatan yang lembut namun efektif untuk kulit yang sensitif.

BACA JUGA:Ini Dia Cara Mengatasi Jerawat di Dagu dengan Bahan Alami, Salah Satunya dengan Lidah Buaya

BACA JUGA:6 Tips Atasi Jerawat Tanpa Memencet

4. Jaga Pola Makan dan Hidrasi Tubuh

Kurangi asupan gula, susu, dan makanan olahan yang bisa memperburuk kondisi jerawat. Ganti dengan makanan yang kaya antioksidan. Seperti sayur dan buah. Minum air putih minimal delapan gelas sehari.

Hidrasi tubuh yang cukup bisa membantu detokfikasi alami. Juga menjaga kelembapan kulit agar tidak memproduksi minyak yang berlebih.

5. Pertimbangkan Konsultasi Dengan Dokter Kulit

Jika jerawat hormonal tidak kunjung membaik meski sudah menerapkan gaya hidup yang sehat, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter bisa memberikan terapi hormon atau obat yang sesuai. Jangan sembarangan menggunakan obat herbal atau resep orang lain. Karena penanganan jerawat hormonal butuh pendekatan medis yang personal dan terukur.

BACA JUGA:Tidak Cukup Cuci Muka, Ini Pentingnya Double Cleansing Agar Kulit Lebih Bersih Bebas Jerawat

BACA JUGA:5 Langkah Ini Bisa Atasi Jerawat Membandel saat PMS, Salah Satunya Minum Vitamin Tan Wellness!

Jerawat hormonal di awal tahun sering kali bukan sekadar masalah kulit biasa. Melainkan cerminan dari ketidakseimbangan tubuh akibat begadang dan stres berkepanjangan. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: