Hari Ke-13 Perang, Iran Lancarkan Serangan Paling Masif pada Malam Lailatul Qadar

Hari Ke-13 Perang, Iran Lancarkan Serangan Paling Masif pada Malam Lailatul Qadar

Iran melancarkan serangan terbesar dengan jumlah rudal ratusan pada malam lailatul qadar. Kanan: hujan rudal di Ibu Kota Israel Tel Aviv pada Kamis dini hari, 12 Maret-Tasnim, Tehran Times-

HARIAN DISWAY - IRGC mengumumkan telah meluncurkan serangan gelombang ke-37 dari Operasi Janji Sejati 4 yang menarget sejumlah aset Amerika Serikat (AS) di Teluk dan sejumlah besar target di Israel pada Rabu malam, 11 Maret 2026. 

Serangan ini diklaim sebagai yang paling hebat dan intensif. Berlangsung selama tiga jam berturut-turut

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka dapat melancarkan perang berkepanjangan yang akan "menghancurkan" ekonomi dunia. 

Berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh Departemen Hubungan Masyarakat IRGC, gelombang ke-37, yang merupakan gelombang operasi terkuat dan terluas sejak awal konflik, dilaksanakan di bawah kode sandi yang diberkati “Ya Ali ibn Abi Talib (AS)”, bertepatan dengan malam Lailatul Qadar dan malam peringatan syahidnya menantu Rasulullah dan ayah dari Sayyidah Fatima RA, Ali bin Abi Thalib (AS).

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa gelombang ini mencakup serangan rudal terus-menerus selama lebih dari tiga jam — menampilkan jumlah rudal berat “Khorramshahr” terbanyak yang pernah diluncurkan — yang dilakukan dalam serangan berlapis dan berkelanjutan terhadap pangkalan-pangkalan AS serta target-target di wilayah pendudukan Israel.

BACA JUGA:Infrastruktur Energi Timteng Diserang, Harga Minyak Naik Lagi ke 100 Dolar Per Barel

BACA JUGA:Nasib Haji 2026 di Tengah Perang AS–Israel vs Iran, Kemenhaj Siapkan 4 Skenario Keberangkatan

Dalam serangan sengit ini, pusat komunikasi satelit Ha'ela di selatan Tel Aviv dihantam untuk kedua kalinya, bersama dengan instalasi militer di Be’er Ya’akov, al-Quds barat, dan Haifa, serta target-target Amerika yang luas di Erbil dan Pangkalan Angkatan Laut Kelima di kawasan tersebut, yang semuanya berada di bawah gempuran hebat angkatan bersenjata Republik Islam, demikian pernyataan tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa Iran sedang menghadapi kekalahan yang sudah dekat, meskipun ia memperingatkan bahwa hal itu tidak berarti perang akan berakhir "segera."

Dampak perang yang dipicu serangan AS dan Israel telah menyebar dengan cepat ke seluruh kawasan, dengan ratusan orang tewas baik militer maupun sipil. Di wilayah utara Israel, bentrokan dengan milisi Hizbullah terus terjadi.

Pada hari Rabu malam, Hizbullah dilaporkan meluncurkan serangkaian serangan roket ke wilayah Israel selatan. Serangan-serangan Hizbullah dibalas oleh Israel dengan pengeboman menggunakan pesawat tempur yang menyasar sejumlah titik persembunyian milisi.

BACA JUGA:IRGC: Iran yang Menentukan Akhir Perang Timur Tengah, Bukan Amerika Serikat

BACA JUGA:Kilang Minyak Bapco di Bahrain Terbakar, Diduga Diserang Drone Iran

Tujuh orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel ke ibu kota Lebanon, Beirut pada Kamis dini hari. "Serangan musuh Israel di Ramlet al-Bayda di Beirut menyebabkan jumlah korban awal tujuh orang tewas dan 21 orang luka-luka," ujar pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: