Menolak Didikte Olimpiade, Kisah Jules Rimet Menciptakan Piala Dunia Pertama

Menolak Didikte Olimpiade, Kisah Jules Rimet Menciptakan Piala Dunia Pertama

Kisah Jules Rimet Menciptakan Piala Dunia Pertama.-Nano Banana 2-Nano Banana 2

HARIAN DISWAY – Sejarah sepak bola berubah total berkat kegelisahan Jules Rimet pada era 1920-an. Presiden FIFA tersebut nekat menciptakan Piala Dunia karena muak melihat olahraga ini hanya menjadi "anak tiri" di Olimpiade.

Pada era 1920-an, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerapkan aturan amatirisme yang sangat ketat. Pemain yang menerima gaji atau berstatus profesional dilarang keras untuk bermain di Olimpiade.

Akibatnya, negara-negara tidak bisa menurunkan skuad terbaik mereka, dan gengsi kompetisi sepak bola di ajang olahraga multieven tersebut merosot tajam.

Jules Rimet menilai pembatasan itu mengebiri potensi pertumbuhan sepak bola global, hingga akhirnya ia memutuskan bahwa sepak bola harus memiliki panggung akbar mandiri yang terbebas dari kekangan regulasi Olimpiade.


Piala Dunia berkembang dari turnamen 13 negara di Uruguay pada 1930 menjadi ajang olahraga terbesar di dunia yang kini siap diikuti oleh 48 tim.--The Asuncion Times

Gebrakan itu menjadi nyata pada edisi perdana tahun 1930. Uruguay ditunjuk menjadi tuan rumah. Saat itu, mereka adalah raksasa sepak bola dunia yang tengah merayakan 100 tahun kemerdekaan.

Namun, kompetisi awal ini masih sangat sunyi. Hanya 13 negara yang bersedia berpartisipasi. Seluruh laga pun bertumpuk di satu kota: Montevideo.

Uruguay akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah menggilas Argentina 4-2 di laga final.

BACA JUGA:Harry Kane Pede Raih Ballon d'Or 2026 Jika Inggris Juara Piala Dunia

BACA JUGA:Kroasia vs Belgia 0-2, Pemanasan Setan Merah Sebelum Piala Dunia 2026

Dominasi Awal, Mati Suri, dan Horor Maracanazo

Panggung berikutnya bergeser ke Italia pada 1934. Sang tuan rumah langsung keluar sebagai pemenang. Mereka bahkan sukses mempertahankan takhta pada 1938. Italia pun mencatatkan diri sebagai negara pertama yang meraih gelar beruntun.

Nahas, ambisi sepak bola global harus terhenti. Perang Dunia II meletus dahsyat. Kompetisi terpaksa mati suri selama 12 tahun. Edisi 1942 dan 1946 resmi dibatalkan.

Dunia baru kembali menyaksikan panggung akbar ini pada 1950 di Brasil. Edisi ini melahirkan salah satu tragedi terbesar di lapangan hijau bernama Maracanazo.

Uruguay secara dramatis mempermalukan Brasil di Stadion Maracana. Edisi ini juga unik karena tidak menggunakan format final tunggal. 

Sihir Pele dan Era Emas Selecao

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber