Infrastruktur Energi Timteng Diserang, Harga Minyak Naik Lagi ke 100 Dolar Per Barel

Infrastruktur Energi Timteng Diserang, Harga Minyak Naik Lagi ke 100 Dolar Per Barel

Pelabuhan Salalah Oman terbakar setelah diserangan drone. Harga minyak dunia naik lagi -Tehran Times-

HARIAN DISWAY - Sejumlah infrastruktur energi di negara-negara Teluk jadi sasaran serangan pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Memicu kenaikan harga minyak dunia. 

Pesawat tanpa awak (drone) menghantam tanki penyimpanan BBM di pelabuhan Salalah, Oman pada hari Kamis. Kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa titik. Operasional dihentikan sementara. 

Meski demikian, Iran tidak secara tegas mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru Bicara Markas Khatam Al-Anbiya Ibrahim Zolfaghari bahkan menyebut bahwa serangan ke pelabuhan Oman tersebut "mencurigakan". Seraya menyebut bahwa Oman adalah negara tetangga dan "teman".

Sebelumnya, Iran juga mengaku tidak melakukan serangan-serangan ke infrastruktur BBM di teluk. Mereka hanya menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS. Iran juga menuduh Israel melakukan serangan "false flag" antara lain dengan menyerang kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi. 

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp16.902 per Dolar AS Hari Ini, Mata Uang Asia Kompak Melemah Imbas Lonjakan Harga Minyak

BACA JUGA:Trump Klaim Perang Iran Bisa Segera Berakhir, AS Telah Capai Kemajuan Besar

Pelayaran di dalam dan sekitar titik hambat (chokepoint) penting Selat Hormuz juga diserang. Sebuah kapal kontainer di dekat Uni Emirat Arab dihantam oleh "proyektil yang tidak dikenal," menurut peringatan badan maritim Inggris pada hari Kamis. Badan tersebut menyatakan bahwa proyektil itu menyebabkan kebakaran kecil di atas kapal, namun semua awak dilaporkan selamat.

Beberapa jam sebelumnya, Iran dilaporkan telah menghantam dua kapal tanker minyak di Teluk Persia. Rententan insiden ini membuat harga minyak yang sempat turun kembali naik pada 12 Maret. 

BACA JUGA:Evakuasi WNI dari Iran Dimulai, 22 Orang Tiba di Tanah Air

BACA JUGA:IRGC: Iran yang Menentukan Akhir Perang Timur Tengah, Bukan Amerika Serikat

Pada hari Kamis, harga minyak melonjak melampaui USD100 per barel. Harga melonjak lagi setelah sempat turun ke angka USD77 per barel. Kenaikan ini tidak terbendung meskipun ada kebijakan dari Badan Energi Internasional (IEA) untuk mengizinkan pelepasan rekor cadangan minyak mentah strategis.

Badan energi tersebut menyatakan pada hari Rabu bahwa para anggotanya telah sepakat untuk melepas 400 juta barel minyak, termasuk 172 juta barel dari Amerika Serikat.

Namun, langkah tersebut tidak cukup untuk mengatasi kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan, dan para analis mengatakan bahwa harga $90-100 per barel bisa menjadi standar normal baru untuk sementara waktu.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: