Ia menegaskan bahwa kulit dan rambut mencerminkan kondisi internal tubuh. Sehingga kerontokan berlebihan menandakan adanya masalah yang perlu ditangani dari dalam.
Ia juga membedakan antara rambut rontok sementara dan permanen. Rambut rontok akibat stres, sakit, atau fluktuasi hormon bersifat sementara. Biasanya membaik dalam dua hingga tiga bulan.
Sementara itu, rambut rontok permanen umumnya berkaitan dengan faktor hormonal yang merusak akar rambut.
BACA JUGA:6 Cara Efektif Atasi Rambut Lepek Akibat Cuaca Panas dan Lembap
BACA JUGA:8 Tip Merawat Rambut Kering Akibat Styling Berlebihan
Terkait penanganan, Dr Jangid menekankan pentingnya mengatasi penyebab utama. Ia menyebut minoxidil dan terapi PRP dapat membantu pada kasus tertentu. "Namun, harus berada di bawah pengawasan dokter," ungkapnya.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa sampo, minyak, atau serum rambut tidak dapat menumbuhkan rambut baru karena hanya bekerja di permukaan kulit kepala.
Rambut rontok setelah usia 40 tahun memang umum. Tetapi bukan sesuatu yang harus diterima tanpa upaya.
Mengenali penyebab sejak dini akan memberi perempuan kendali lebih besar atas kondisi rambut mereka. (*)