HARIAN DISWAY - Rambut rontok pada perempuan setelah usia 40 tahun kerap terjadi perlahan. Bahkan sering disalahartikan sebagai proses penuaan alami. Padahal kondisi itu bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu.
Dilansir India Tv, Dokter kulit Dr Jangid, MD menjelaskan bahwa rambut rontok bukanlah kejadian acak. Menurutnya, itu merupakan gejala dari masalah yang lebih dalam di dalam tubuh. sama seperti demam yang menandakan adanya penyakit tertentu.
Ia menjelaskan, "Seiring bertambahnya usia, siklus pertumbuhan rambut dapat terganggu. Fase pertumbuhan itu seharusnya berlangsung dua hingga tiga tahun."
Namun, adanya masalah dalam tubuh membuat durasinya memendek drastis. Menjadi hanya beberapa bulan. Sehingga rambut lebih cepat rontok, menipis, dan sulit tumbuh kembali seperti sebelumnya.
BACA JUGA:Mitos Tentang Rambut Rontok, Tak Ada Sampo yang Bisa Menumbuhkan Rambut!
BACA JUGA:Penyebab Jerawat dan Rambut Berminyak Muncul Lebih Awal pada Remaja
Pada perempuan, kondisi itu umumnya tidak menimbulkan kebotakan berbentuk bercak. Rambut rontok lebih sering tampak sebagai penipisan menyeluruh.
Seiring bertambahnya usia, siklus pertumbuhan rambut dapat terganggu. Namun, waspada jika jumlah rambut rontok cukup banyak.--freepik.com
Terutama di area belahan dan puncak kepala, yang dikenal sebagai female pattern hair loss dan dipengaruhi oleh perubahan hormon.
Menurut Dr Jangid, rambut rontok menjadi tanda peringatan. Apalagi ketika jumlahnya melebihi batas normal.
Ia menyebut bahwa kerontokan hingga sekitar 100 helai rambut per hari masih dianggap wajar. Namun, jika jumlahnya jauh lebih banyak dan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut patut diwaspadai.
BACA JUGA:Intip 6 Tren Gaya Rambut Perempuan 2026, dari Pendek hingga Panjang
BACA JUGA:9 Model Rambut Wanita Tren 2025, Variasi Gaya Pendek, Medium, hingga Panjang
Rambut rontok permanen umumnya berkaitan dengan faktor hormonal yang merusak akar rambut.--freepik.com
Setelah usia 40 tahun, pemicu yang sering ditemukan meliputi kekurangan zat besi, defisiensi vitamin B12, stres berkepanjangan, serta perubahan metabolisme tubuh.