Ini Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.800 per Dolar AS

Rabu 14-01-2026,11:21 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

“Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia yang terus dilakukan secara berkesinambungan melalui intervensi NDF di pasar off-shore di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik,” paparnya.

BACA JUGA:Pemerintah Pacu Investasi Global Lewat Tokenisasi, Target 50 Miliar Dolar AS di 2027

BACA JUGA:Mata Uang Asia Kompak Melemah, Rupiah Tembus Rp16.560 per Dolar AS

Selain kebijakan stabilisasi, aliran masuk modal asing juga turut menopang rupiah. Sepanjang Januari 2026, arus modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar saham tercatat secara neto mencapai Rp11,11 triliun.

Kondisi tersebut, menurut Erwin, mencerminkan persepsi positif investor global terhadap Indonesia. 

Hal itu terlihat dari premi risiko credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang tetap rendah, sekitar 72 basis poin.

Dari sisi ketahanan eksternal, posisi cadangan devisa Indonesia dinilai sangat memadai. Hingga akhir Desember 2025, cadangan devisa tercatat sebesar USD156,5 miliar, setara dengan 6,4 bulan impor.

“Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat,” tegas Erwin.

Ia menegaskan BI akan terus mengoptimalkan instrumen operasi moneter yang pro-pasar guna menjaga likuiditas, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta memastikan stabilitas nilai tukar dan pencapaian sasaran inflasi tetap terjaga. (*)

Kategori :