Perannya cukup signifikan, terutama saat Raphinha absen selama dua bulan akibat cedera. Namun, dengan kembalinya winger Brasil tersebut ke kondisi terbaik, menit bermain Rashford berpotensi berkurang kecuali ia lebih sering dimainkan di posisi sentral.
Salah satu nilai tambah Rashford bagi Barcelona adalah fleksibilitasnya di lini depan. Meski dikenal sebagai winger kiri, ia mampu bermain di berbagai peran ofensif.
BACA JUGA:Real Madrid vs Barcelona: Final Piala Super Spanyol Jadi Ujian Terakhir Xabi Alonso
BACA JUGA:Barcelona Ingin Pertahankan Marcus Rashford, Man United Tak Keberatan
Dalam beberapa laga penting, termasuk final Supercopa melawan Real Madrid, Rashford sempat dimainkan melebar di sisi kanan saat situasi counter.
Kecepatan dan kemampuan individu dalam duel satu lawan satu menjadikannya opsi berharga, baik sebagai starter maupun impact player dari bangku cadangan.
Kemampuan Rashford bermain sebagai penyerang tengah juga menjadi pertimbangan tersendiri. Ia pernah menjalani peran tersebut di Manchester United pada fase awal kariernya.
Bagi Barcelona, kehadiran pemain serba bisa seperti Rashford setidaknya memberi ruang waktu sebelum harus mencari penerus jangka panjang Robert Lewandowski atau menambah kedalaman di lini serang.
BACA JUGA:Liverpool Serius Kejar Roony Bardghji, Barcelona Tak Bisa Santai!
BACA JUGA:Valverde Ukir Sejarah Usai Bawa Real Madrid Tantang Barcelona di Final Super Spanyol
Robert Lewandowski diincar oleh Inter Miami untuk bursa transfer musim panas 2026.-Instagram @_rl9-Instagram @_rl9
Meski tidak selalu menjadi pilar utama, Rashford tetap dipandang sebagai bagian penting dari rencana Hansi Flick, khususnya sebagai super sub yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Situasi ini membuat negosiasi dengan Manchester United menjadi krusial, sekaligus menarik untuk diikuti menjelang akhir musim. (*)