Pertamina Drilling Gandeng Petronas, Tembus Pasar Offshore lewat Layanan H2S

Sabtu 17-01-2026,12:52 WIB
Reporter : Ave Sena
Editor : Thoriq S Karim

JAKARTA, HARIAN DISWAY — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas ekspansi bisnis di sektor hulu migas. Terbaru, anak usaha Pertamina ini menjalin kerja sama strategis dengan Petronas melalui penyediaan layanan Hydrogen Sulfide (H2S) Equipment Rental & Services.

Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting bagi Pertamina Drilling. Kolaborasi ini menjadi proyek non-captive pertama Pertamina Drilling di lingkungan Petronas.

Pada kerja sama ini, Pertamina Drilling berhasil memenangkan tender umum penyediaan layanan H2S yang digelar Petronas. Pekerjaan perdana dilaksanakan di sumur Barokah-01 milik Petronas Carigali Indonesia. 

BACA JUGA:Pertamina Perkuat Distribusi BBM ke Indonesia Timur: Fuel Terminal Tanjung Batu Resmi Beroperasi


Training SCBA rescue team adalah bagian dari komitmen zero accident-Dok.Istimewa-

Lokasinya di wilayah kerja PC Ketapang II Ltd, PC North Madura II Ltd, dan Petronas North Ketapang SDN. BHD. Proyek tersebut merupakan bagian dari operasi offshore Petronas.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Pertamina Drilling Jufrihadi mengatakan keberhasilan ini mencerminkan tingkat kepercayaan internasional terhadap kapabilitas, standar keselamatan, serta kualitas layanan yang dimiliki perusahaan.

“Ini membuktikan bahwa kapabilitas dan standar HSSE kami mampu bersaing di pasar global, khususnya untuk proyek offshore dengan tingkat risiko tinggi,” ujar Jufrihadi, Kamis 15 Januari 2026.

Layanan H2S memiliki peran krusial dalam menjamin keselamatan operasi migas. Utamanya di area dengan potensi kandungan gas beracun. 

BACA JUGA:Konsorsium PHE, Petronas, dan SK Earthon Tandatangani Kontrak PSC Wilayah Kerja Binaiya


Pelatigan dikhususkan bagi marine crew yang terlibat langsung dalam kegiatan offshore-Dok.Istimewa-

“Karena itu, selain kesiapan teknis peralatan, kompetensi sumber daya manusia juga menjadi fokus utama,” katanya.

Pertamina Drilling juga melaksanakan pelatihan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) bagi tim rescue. Khususnya marine crew yang terlibat langsung dalam kegiatan offshore. 

Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi potensi kondisi darurat di laut. “ Training SCBA untuk rescue team adalah bagian dari komitmen kami terhadap prinsip zero accident,” tegas Jufrihadi.

BACA JUGA:Dukung Swasembada Energi, PHE Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Hulu Migas Andalan Nasional

Kategori :