HARIAN DISWAY - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan peringatan serius terkait dinamika global yang dinilainya berpotensi mengarah pada Perang Dunia III.
Peringatan tersebut disampaikan SBY melalui akun X miliknya, @SBYudhoyono, pada Senin, 19 Januari 2026. Ia mengungkapkan kecemasan mendalam terhadap perkembangan geopolitik dunia yang kian mengkhawatirkan. “Terus terang saya khawatir. Cemas kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar, apalagi jika prahara itu adalah Perang Dunia Ketiga,” ungkap SBY. SBY menilai, kemungkinan terjadinya perang dunia bukanlah sesuatu yang mustahil. Pandangan itu ia dasarkan pada pengamatannya terhadap dinamika global dalam beberapa bulan terakhir, setelah puluhan tahun mendalami isu geopolitik. “Situasi dunia menjelang Perang Dunia Pertama (1914–1918) dan Perang Dunia Kedua (1939–1945) memiliki banyak kesamaan dengan kondisi saat ini,” lanjutnya. BACA JUGA: Jangan Khawatir! Perang Dunia III Tidak Akan Terjadi Kecuali Negara Ini Ikut Campur, Siapa? BACA JUGA: Peta Kubu Perang Dunia III Ia menyoroti kemunculan pemimpin-pemimpin kuat yang cenderung agresif serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia. Menurutnya, pola-pola sejarah dari dua perang dunia sebelumnya kembali terlihat dalam konteks global saat ini. “Sejarah juga mencatat, meskipun tanda-tanda perang besar sudah nyata, sering kali kesadaran, kepedulian, dan langkah konkret untuk mencegahnya justru tidak diambil. Mengapa?” ujarnya. Lebih lanjut, SBY mengingatkan dampak kehancuran luar biasa apabila Perang Dunia III benar-benar terjadi, terlebih jika melibatkan senjata nuklir. Ia merujuk pada berbagai studi yang menyebutkan bahwa konflik semacam itu dapat menimbulkan kehancuran global dan korban jiwa hingga lebih dari lima miliar manusia. BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Non-Blok di Tengah Ketegangan Geopolitik Luar Negeri BACA JUGA:Badai Tarif Trump, Strategi Geopolitik atau Gertakan Dagang? Meski demikian, SBY menegaskan bahwa perang dunia masih dapat dicegah. Namun, ia mengingatkan bahwa ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin sempit. Menurutnya, doa saja tidak cukup tanpa disertai upaya nyata dari bangsa-bangsa di dunia. “Tuhan tidak akan begitu saja mengabulkan doa manusia jika manusia tidak bekerja untuk menyelamatkan dunianya sendiri,” tegasnya. Dalam konteks tersebut, SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak tinggal diam. Ia mengusulkan agar PBB mengambil langkah inisiatif dengan menggelar Sidang Umum Darurat (Emergency UN General Assembly) yang mempertemukan para pemimpin dunia. “Agendanya adalah langkah-langkah konkret untuk mencegah krisis global berskala besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru,” katanya. SBY menyadari adanya keterbatasan PBB dalam menghadapi dinamika politik global saat ini. Namun, ia menekankan pentingnya peran moral dan historis organisasi dunia tersebut. “Jangan sampai sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan hanya berdiam diri,” ujarnya. Ia juga mengakui bahwa seruan perdamaian mungkin tidak langsung diindahkan. Namun, menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran kolektif global. Mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein, SBY mengingatkan bahwa kehancuran dunia kerap terjadi bukan semata karena tindakan orang jahat, melainkan karena orang-orang baik memilih untuk diam. “Jika ada kehendak, pasti ada jalan,” tutup SBY. (*) *) Aisyah Aulia Maulana Putri, peserta magang dari Universitas Negeri Surabaya.SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia III, Minta PBB Ambil Langkah Inisiatif
Selasa 20-01-2026,10:42 WIB
Reporter : *) Aisyah Aulia Maulana Putri Peser
Editor : Mohamad Nur Khotib
Kategori :
Terkait
Jumat 02-10-2026,13:37 WIB
Jaga Keberlanjutan Prestasi, PBV LavAni Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Atlet
Minggu 27-09-2026,10:00 WIB
Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina di Sidang PBB
Kamis 24-09-2026,12:52 WIB
Sidang Umum PBB ke-81, Indonesia Bawa Isu Palestina hingga Penguatan Global South
Sabtu 19-09-2026,15:04 WIB
Belajar dari The Mentor, Buku tentang Keteladanan SBY: Menjadi Pemimpin yang Sadar Nilai
Rabu 16-09-2026,15:48 WIB
Kian Menikmati Outdoor Painting, SBY Pamerkan 100 Lukisan di Surabaya
Terpopuler
Rabu 07-10-2026,19:35 WIB
AC Milan Kehilangan Saelemaekers dan Estupinan, Amorim Harus Putar Otak
Rabu 07-10-2026,17:12 WIB
Demi Juara Dunia, Ini Alasan Marc Marquez Dilarang Nekat di MotoGP Mandalika
Rabu 07-10-2026,10:03 WIB
Saat MK Putuskan Gugatan Ijazah Gibran, Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara
Rabu 07-10-2026,21:15 WIB
Persebaya Bidik Lolos Grup League Cup, Bernardo Tavares Waspadai PSBS dan Kendal Tornado
Rabu 07-10-2026,11:09 WIB
Argentina vs Benin 3-0: Messi Tutup Karier Internasional dengan Manis
Terkini
Kamis 08-10-2026,08:00 WIB
Brian May Klarifikasi Masa Depan Tur Queen, Belum Pernah Bilang Tak Akan Tur Lagi
Kamis 08-10-2026,07:35 WIB
Android Auto Segera Hentikan Dukungan Android 10, Jutaan Ponsel Terancam Terdampak
Kamis 08-10-2026,07:09 WIB
Goncalo Ramos Gacor Bersama Portugal, Kenapa di Milan Tidak?
Kamis 08-10-2026,06:49 WIB
Ezri Konsa Cedera Saat Bela Timnas Inggris, Bisa Absen Lawan Leeds
Kamis 08-10-2026,06:22 WIB