Sembilan Warga Israel dan Tiga Tentara AS Tewas Akibat Serangan Balasan Iran
Tentara Israel berjaga di bangunan yang hancur di Kota Tel Aviv akibat serangan Iran pada Minggu, 1 Maret 2026-Ilia Yefimovich/AFP-
HARIAN DISWAY - Serangan balasan Iran menewaskan sembilan orang di kota Beit Shemesh, Israel, pada Minggu, 1 Maret 2026.
Korban berjatuhan setelah sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran menghantam langsung sebuah bangunan pemukiman.
Layanan darurat Magen David Adom mengonfirmasi jumlah korban tersebut dan menyatakan bahwa 28 orang lainnya mengalami luka-luka.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan video resminya menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan menyebut situasi ini sebagai hari-hari yang menyakitkan bagi warga Israel, terutama setelah serangan sehari sebelumnya (Sabtu, 28 Februari 2026) di Tel Aviv juga menewaskan seorang wanita.
Di sisi lain, Pentagon melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa tiga anggota militer Amerika Serikat tewas dalam tugas dan lima lainnya luka parah dalam operasi militer yang diberi sandi Operation Epic Fury. Ini merupakan kematian pertama personel Amerika Serikat sejak operasi terhadap Iran diluncurkan.
BACA JUGA:Ayatollah Alireza Arafi, Tokoh Kunci Transisi Kekuasaan Iran usai Wafatnya Khamenei
BACA JUGA:IRGC Lancarkan Pembalasan atas Kematian Khamenei, 27 Pangkalan AS dan Israel Digempur Habis-habisan
Meskipun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln, pihak Pentagon secara resmi membantah klaim tersebut.
Di Teheran, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pembunuhan terhadap Ayatollah Khamenei merupakan deklarasi perang terhadap umat Muslim, sementara kepala keamanan Iran Ali Larijani berjanji akan membalas dengan kekuatan militer yang signifikan.

Otoritas Qatar melaporkan delapan orang terluka akibat pecahan rudal, satu di antaranya dalam kondisi serius, setelah gelombang serangan rudal dari Iran-X people and qatar-
Dampak serangan balasan Iran juga meluas ke negara-negara tetangga dan jalur perdagangan internasional.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan tiga orang tewas dan 58 luka-luka, sementara Kementerian Kesehatan Kuwait mencatat satu orang tewas dan 32 terluka sejak serangan dimulai Sabtu malam.
BACA JUGA:Konflik Iran-Israel Memanas, Kemenhub Minta Maskapai Waspada dan Siap Antisipasi
BACA JUGA:Iran Lancarkan Serangan Balik ke Markas-Markas AS di Qatar, Bahrain, dan Kuwait
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: