Warga Keluruhan Balasklumprik menerapkan memilah sampah di rumah. Sampah-sampah itu kemudian diproses di rumah kompos menggunakan sistem aerasi.
"Dalam sebulan, kami bisa mengelola sampah organik hampir 1 ton. Yang dibuang ke TPS Benowo mungkin hanya sampah-sampah yang belum bisa kami kelola," ujar Okky Hari Mukti, community leader Kampung Iklim Pondok Manggala Balasklumprik.
BACA JUGA:Peduli Lingkungan, Dewanti Rumpoko Ajak Pilah Sampah di Rumah
BACA JUGA:Tantangan 7 Hari Zero Waste, Langkah Mudah Kurangi Penumpukan Sampah
PESERTA DISKUSI Solusi Palsu Pengelolaan Sampah berfoto bersama setelah pertemuan di Pantry Coffee Shop. -@nolsampah_id-Instagram
Inovasi untuk mengurangi aroma tidak sedap dalam proses pengomposan membuat aktivitas mandiri pengelolaan sampah menarik. Penambahan limbah kulit buah jeruk dan nanas dalam proses tersebut terbukti manjur.
Sementara itu, di Sambikerep, bank sampah mandiri warga mampu mengelola 1-2 ton sampah anorganik per bulan. Hasilnya dikonversi menjadi sembako atau pembayaran kebutuhan digital warga.
"Dengan ini ada circular economy yang terjadi dan nasabah menjadi bertambah," ujar Wahyu Okto, community leader Kampung Iklim Sambiarum, Sambikerep.
Komunitas-komunitas tersebut juga aktif "merekrut" generasi muda sebagai pejuang lingkungan hidup. Di antaranya melalui program Green Warrior dan Campoeng (Camping di Kampung).
BACA JUGA:Surabaya Hadapi Darurat Sampah, Pengelolaan Sampah Mandiri Pelaku Usaha Diuji Efektivitasnya
Melalui kegiatan itu, anak-anak dan remaja diberi pemahaman tentang pentingnya memilah sampah. Mereka juga diajak memilah sampah secara langsung dan dibiasakan bertanggung jawab atas porsi makan mereka sendiri.
Kebiasaan tersebut penting untuk mencegah timbulnya sampah organik baru dari sisa makanan alias food waste.
Kemandirian warga dalam mengelola ratusan kilogram hingga ton sampah setiap bulannya menunjukkan bahwa pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat juga solusi.
Pemerintah setempat bisa menggandeng mereka untuk mencapai tujuan lebih cepat. "Solusi paling penting adalah pemilahan. Menggunakan teknologi pun, sampah harus dipilah," ujar Hermawan.
BACA JUGA:Pilah Sampah Jadi Kunci Menjaga Bumi dan Kesehatan Generasi Mendatang