Kapten Persebaya Bruno Moreira saat Persebaya bertamu ke markas Persita di pekan kedua Super League, Sabtu, 16 Agustus 2025-Instagram @officialpersebaya -
Ia tak terlalu mengikuti perkembangan pemain baru secara intens. Justru karena itu, penilaiannya lebih intuitif. Ia mengamati berdasarkan kesan selama pertandingan, bukan statistik atau popularitas.
“Pemain baru akhir-akhir ini belum stabil. Saya malah sering kaget kalau ada yang tiba-tiba main bagus. Contohnya kayak Taisei Marukawa,” jelasnya.
Bagi Imam, kehadiran fitur digital seperti voting Man of the Match, prediksi skor, dan line-up adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Ia mengaku, dulu tidak ada interaksi antara Persebaya dan Bonek, sekarang sudah ada, meski cuma lewat aplikasi.
BACA JUGA:Persebaya Bak Inter Milan Era Jose Mourinho, Disiplin, Cepat, dan Agresif!
BACA JUGA:Profil Gelandang Baru Persebaya, Pedro Matos, Si Playmaker Serbabisa
Ia berharap fitur-fitur semacam prediksi line-up dan voting man of the match diperbanyak. Imam juga kerap menggunakan fitur Paido (kritik), saat mengisi Paido itu, isinya selalu positif. “Saya tulis ucapan semangat untuk pemain, enggak pernah menghujat,” terangnya.
Imam juga percaya setiap elemen tim punya peran penting. Baik pemain, pelatih, manajemen, hingga suporter.
“Semua harus bisa lebih bagus, harus kerja sama. Tak hanya pemain dan pelatih, suporter juga. Apalagi Persebaya akan menginjak usia ke-100 tahun,” tukas Imam.
Dan di balik layar ponselnya, ia terus menjadi saksi setia kebangkitan Bajol Ijo (sebutan Persebaya). (*)