Persebaya Dapat Pelajaran dari Borneo FC, Harus Lebih Rapi dan Agresif!
Aksi Bernardo Tavares ketika memimpin skuad Persebaya melakoni laga away kontra Borneo FC, Sabtu, 7 Maret 2026.-Media Persebaya-
HARIAN DISWAY - Persebaya keluar dari Stadion Segiri, Samarinda, dengan catatan buruk setelah ditumbangkan Borneo FC 1-5, Sabtu, 7 Maret 2026.
Kekalahan telak itu memaksa pelatih Bernardo Tavares bergerak cepat. Evaluasi menyeluruh bakal menjadi agenda utama tim setelah hasil yang jauh dari harapan.
Dalam konferensi pers pasca-laga, Tavares tak menampik bahwa Borneo FC tampil lebih efektif dalam memaksimalkan peluang yang hadir sepanjang pertandingan.
BACA JUGA:Persebaya Disikat Borneo FC 5-1, Bruno Ungkap Kondisi Skuad dan Tekad Bangkit
BACA JUGA:Borneo FC vs Persebaya 5-1, Bajol Ijo Hancur di Samarinda
Bernardo Tavares Akui Borneo FC di Atas Persebaya

Aksi Bruno Moreira ketika Persebaya bertamu ke markas Borneo FC, Sabtu, 7 Maret 2026.-Media Persebaya-
Menurutnya, efektivitas tuan rumah menjadi pembeda krusial antara kedua tim pada malam itu, meski Persebaya juga mampu menciptakan beberapa peluang berarti.
"Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi," ujar Tavares.
Kata Tavares, timnya datang ke laga dengan rencana permainan yang dipersiapkan matang. Mereka akan bermain agresif, memenangi duel, dan mencetak peluang di sepertiga akhir lapangan.
Meski demikian, implementasi rencana tersebut tidak berjalan mulus di tengah tekanan lawan dan absennya penyelesaian akhir yang konsisten dari lini depan Persebaya.
BACA JUGA:Persebaya Punya Rekor Buruk Lawan Borneo FC di Samarinda, Tavares Mau Putus Tren Buruk
BACA JUGA:Kiper Persebaya Ernando Ari, Siap Redam Agresivitas Lini Depan Borneo FC
"Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik," imbuhnya.
Ucapan itu menggambarkan bahwa kegagalan bukan hanya soal ide permainan, melainkan juga soal eksekusi di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: