Mengapa Warga Desa Harus Cemas saat Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS Hari Ini?
Pelemahan kurs berpotensi menaikkan harga pupuk, pakan ternak, bahan baku UMKM, hingga kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat desa melalui efek inflasi impor.-Harian Disway-
HARIAN DISWAY – Pernyataan bahwa dinamika kurs global tidak bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat bawah kini menghadapi ujian realitas yang pahit.
Publik pun teringat akan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sempat memicu diskursus hangat.
"Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar. Bilang yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 16 Mei 2026.
BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.013 per Dolar AS, Terlemah dalam Sejarah!
BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.916 per Dolar AS, Makin Dekati Level Rp18.000!
Namun, ketika kurs resmi menjebol batas psikologis baru di level Rp18.013 per dolar AS pada Kamis pagi, 4 Juni 2026, logika tersebut sulit untuk dipertahankan.
Secara makro, setiap sentimeter pelemahan rupiah memiliki efek domino yang merayap hingga ke dapur rumah tangga di pelosok desa.
Meskipun secara fisik lembaran dolar tidak pernah berputar di pasar-pasar tradisional, ketergantungan hajat hidup orang banyak terhadap mata uang Paman Sam tersebut sangatlah nyata.
BACA JUGA:Rupiah Terus Melemah, Ekonom Sebut Investor Bingung Koordinasi Kebijakan Pemerintah
BACA JUGA:Daftar Kenaikan Harga Steam Deck OLED, Tembus Belasan Juta Rupiah untuk Varian 512GB dan 1 TB
Berikut adalah alasan mengapa angka Rp18.013 justru harus membuat masyarakat di pedesaan cemas:
1. Ilusi "Tidak Pakai Dolar" di Sektor Pertanian
Pernyataan bahwa orang desa tidak memakai dolar seketika runtuh ketika kita melihat struktur biaya produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan domestik.
Sektor-sektor yang menjadi urat nadi pedesaan ini justru sangat bergantung pada komponen impor yang transaksinya wajib menggunakan dolar AS.
Pertama, komponen pupuk. Bahan baku utama pembuatan pupuk nonsubsidi seperti fosfat dan kalium hampir seluruhnya didatangkan dari luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: