Prabowo Percepat Proyek Kereta Api Trans Kalimantan, Tiongkok dan Rusia Berebut Jadi Investor
Prabowo Uji Coba KA Nusantara Explorer: Kereta Sleeper Mewah Berstandar Internasional -Biro Pers-bakom ri
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi memulai langkah awal pembangunan proyek raksasa Kereta Api Trans Kalimantan guna menindaklanjuti instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Proyek jalur rel yang akan membelah bumi borneo tersebut dilaporkan menarik minat besar dari dua investor asing raksasa, yakni Tiongkok dan Rusia.
Kini, Kemenhub bergerak bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk merumuskan peta jalan (roadmap) pengembangan sarana transportasi massal tersebut.
Pemerintah membidik masuknya investasi, baik dari konsorsium dalam negeri maupun eksternal, untuk merealisasikan megaproyek di wilayah Kalimantan serta melanjutkan interkoneksi Trans Sumatera.
BACA JUGA:Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Punya Nyali, Punya Trofi!
BACA JUGA:Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Resmi Cair Agustus 2026, Jutaan KPM Sudah Terima Dana Komponen
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa proyek Trans Kalimantan memiliki tantangan tersendiri dan harus digarap benar-benar dari nol.
Hal itu berbeda dengan proyek Trans Sumatera yang dinilai relatif lebih mudah karena sebagian jaringan relnya sudah terbangun secara parsial sehingga pemerintah tinggal menyambungkan titik-titik jalur yang belum terhubung.
"Apa yang disampaikan Presiden, kita sudah berkoordinasi dengan KAI, sudah menyiapkan roadmap-nya. Nanti kemudian dari situ kita berharap ada investasi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kalau Trans Kalimantan memang kita harus mulai dari awal," ujar Menhub Dudy Purwagandhi di kompleks Istana Kepresidenan dikutip disway.id, Kamis, 6 Agustus 2026.
Meski pengerjaan fisik jalur borneo ini harus merintis dari awal, sinyal positif datang dari bursa investasi internasional.
Pemerintah membeberkan bahwa raksasa ekonomi Asia, Tiongkok, bersama dengan Rusia menjadi dua negara terdepan yang paling berminat untuk mendanai dan menggarap cetak biru jaringan kereta api di pulau terbesar di Indonesia tersebut.
Komunikasi intensif dengan pihak Rusia sendiri merupakan kelanjutan dari penjajakan yang sempat berjalan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan kini resmi dihangatkan kembali di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
BACA JUGA:Lomba Kreasi Sambal di Surabaya Great Expo, Puluhan SWK Cari Perhatian lewat Sambal Paling Unik
Di samping itu, tawaran skema kerja sama operasional dengan pihak tirai bambu terus dimatangkan oleh jajaran Kemenhub.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: