Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Punya Nyali, Punya Trofi!

Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Punya Nyali, Punya Trofi!

Skuat Persebaya Surabaya merayakan keberhasilan mereka mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah menumbangkan Persib Bandung lewat drama adu penalti yang menegangkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis, 6 Agustus 2026.-Piala Presiden-Piala Presiden

HARIAN DISWAY - Akhirnya juara juga. Persebaya Surabaya mengakhiri puasa gelar dengan cara yang mendebarkan. Bajol Ijo merebut Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Persib Bandung 6-5 dalam adu penalti.

Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis malam, 6 Agustus 2026.

Jutaan pendukung Persebaya pasti ikut tegang. Mungkin ada yang tidak berani melihat saat adu penalti dimulai. Selama 120 menit, skor tidak berubah. Tetap 1-1.

Persebaya lebih dulu unggul. Ramadhan Sananta mencetak gol pada menit ke-20. Umpan datang dari Rachmat Irianto.

Lima menit berselang, Persib membalas. Patricio Matricardi menyundul bola ke gawang Persebaya.

Setelah itu? Kebuntuan. Persib harus bermain dengan 10 orang setelah Mariano Peralta menerima kartu merah pada menit ke-112. Namun gol yang ditunggu-tunggu tak juga datang.

BACA JUGA:Persebaya Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Tavares Keluhkan Jadwal!

BACA JUGA:Persebaya vs Arema FC 1-0 di Piala Presiden, Yuran Bawa Bajol Ijo ke Final

Nasib trofi akhirnya ditentukan lewat satu titik: adu penalti.

Saat itulah perjudian besar pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, membuahkan hasil emas. Pada awal babak kedua, Ernando Ari ditarik keluar dan digantikan Reza Arya. Keputusan yang sempat mengundang tanda tanya itu justru melahirkan pahlawan baru bagi Kota Pahlawan.

Adu penalti dimulai. Ketegangan langsung memuncak pada tendangan pertama. Penendang utama Persib, Uilliam Barros, maju. Tendangannya keras, tetapi Reza Arya berhasil menepisnya.

Sebaliknya, eksekutor pertama Persebaya, Miguel Pereira, sukses mengecoh kiper Persib, Fitrah Maulana. Keunggulan psikologis langsung berpihak kepada Bajul Ijo.

Namun ini adalah partai final. Drama belum boleh berakhir secepat itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: