Mengapa Warga Desa Harus Cemas saat Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS Hari Ini?

Mengapa Warga Desa Harus Cemas saat Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS Hari Ini?

Pelemahan kurs berpotensi menaikkan harga pupuk, pakan ternak, bahan baku UMKM, hingga kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat desa melalui efek inflasi impor.-Harian Disway-

Ketika harga bahan baku pendukung seperti benang impor, plastik kemasan, hingga mesin produksi naik akibat dolar yang perkasa, pelaku UMKM desa dihadapkan pada dua pilihan sulit: menaikkan harga jual di tengah daya beli masyarakat desa yang sedang turun, atau menanggung kerugian.

Artinya, angka Rp18.013 bukan sekadar angka di papan perdagangan saham yang hanya digubris oleh para pelaku institusi finansial atau mereka yang gemar bepergian ke luar negeri. 

BACA JUGA:FGD Bank Indonesia, Akademisi, dan Peneliti di Jakarta, 11-12 Mei 2026 (2-Habis): Dongkrak Nilai Tukar Rupiah

BACA JUGA:Rupiah Terancam Tembus Rp 18.000, Analis: Perlu Intervensi dan Pemangkasan Anggaran Non-Esensial

Aliran modal asing (capital outflow) yang keluar hingga puluhan triliun sepanjang Mei kemarin mengonfirmasi bahwa pasar global sedang memberikan tekanan riil pada fundamental ekonomi kita.

Kini, bola panas ada di tangan Bank Indonesia dan jajaran kebijakan fiskal pemerintah. Masyarakat pedesaan saat ini tidak butuh narasi penenangan yang menyederhanakan masalah, melainkan langkah mitigasi konkret agar efek rembesan kurs Rp18.013 ini tidak menggerus isi dompet mereka lebih dalam lagi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: