HARIAN DISWAY - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 menjadi pengingat bagi umat Islam untuk segera membayar utang puasa (qadha).
Qadha puasa menjadi tanggung jawab individu bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i. Seperti sakit, bepergian jauh, hamil, menyusui, atau kondisi lain yang dibenarkan secara agama.
Dalam ajaran Islam, puasa Ramadan merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. Namun, Islam juga memberikan keringanan bagi mereka yang tidak mampu menjalankannya pada waktunya.
Keringanan tersebut disertai kewajiban mengganti puasa di hari lain setelah Ramadan berlalu, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184.
BACA JUGA:Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadan? Ini Panduan Qadha Puasa Menurut Ulama
BACA JUGA:Menggabungkan Niat Puasa Enam Hari Syawal dengan Qadha Puasa Ramadan: Bolehkah?
Batas Waktu Qadha Puasa
QADHA PUASA bagi umat muslim yang memiliki utang puasa hukumnya adalah wajib. --Pexels
Para ulama sepakat bahwa qadha puasa wajib diselesaikan sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan 1446 Hijriah, batas waktu pelaksanaannya adalah sebelum terbenam matahari pada hari terakhir bulan Sya'ban 1447 H, atau sebelum memasuki Ramadan pada 18 Februari 2026.
Apabila seseorang menunda qadha puasa hingga datang Ramadan berikutnya tanpa uzur yang dibenarkan, maka ia tetap wajib mengganti puasa tersebut setelah Ramadan berakhir.
Menurut sebagian pendapat ulama, hal seperti itu akan dikenai kewajiban membayar fidyah. Fidyah ini berupa memberi makan fakir miskin sebanyak satu mud untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
BACA JUGA:Hukum dan Tata Cara Mengqadha Puasa Ramadhan
BACA JUGA:Batas Terakhir untuk Qadha Puasa Ramadan, Bagaimana Jika Terlewatkan?
Perbedaan Pendapat Ulama
Terkait kewajiban fidyah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mazhab Syafi’i dan Hanbali berpendapat bahwa orang yang menunda qadha puasa tanpa alasan syar’i hingga datang Ramadan berikutnya wajib membayar fidyah selain mengqadha puasanya.
Menurut Mazhab Hanafi, kewajiban tersebut hanya qadha tanpa fidyah.