Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global

Minggu 25-01-2026,16:24 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Salman Muhiddin

DAVOS, HARIAN DISWAY – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan pentingnya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama dalam agenda keuangan berkelanjutan global.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam forum Indonesia Pavilion melalui panel diskusi bertajuk Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets pada ajang World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa, 20 Januari 2026.

Panel ini turut dihadiri President and Chief Executive Officer of TCW Katie Koch, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini, serta Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis sebagai moderator.

Dalam paparannya, Hery menjelaskan bahwa di negara berkembang, UMKM mencakup lebih dari 90% total pelaku usaha dan berperan sebagai penggerak utama perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan rantai pasok lokal dan ketahanan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:BRILink Agen di Pegunungan Alor NTT Raih Jawara Nasional, BRI Perkuat Inklusi Keuangan Desa

BACA JUGA:KUR BRI Jadi Tangga UMKM Kabanjahe Naik Kelas: Berawal Dari Es Buah ke Laundry Express

Meski demikian, peran strategis UMKM kerap luput dari perhatian global dalam pembahasan keberlanjutan.

“Sejak awal berdiri hingga memasuki usia 130 tahun, BRI memang didesain untuk melayani segmen mikro dan UMKM. Komitmen tersebut tetap menjadi fondasi utama BRI. Karena itu, kami sangat senang dapat berada di WEF Davos 2026 untuk membahas isu keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan apa yang telah kami jalankan selama ini,” ujar Hery.

Ia menambahkan, di negara berkembang, keberlanjutan bukan lagi sekadar ambisi, melainkan soal eksekusi, bagaimana memastikan pembiayaan berkelanjutan dapat disalurkan secara aman, efisien, dan dalam skala besar ke sektor yang paling membutuhkan.

Sebagai bank UMKM terbesar di negara berkembang, BRI memadukan prinsip inklusi, pembiayaan, dan keberlanjutan dalam proses bisnis sehari-hari.

Bagi BRI, sustainable finance bukanlah program tambahan, melainkan praktik yang diterapkan secara konsisten dalam pembiayaan jutaan pelaku usaha.

BACA JUGA:The Banker Umumkan BRI sebagai Bank Terbaik Indonesia 2025, Ini Alasannya

BACA JUGA:LinkUMKM BRI Dorong NM Kitchen Jadi UMKM Camilan Naik Kelas

“Tidak akan ada transisi hijau yang berhasil dan tidak akan ada pertumbuhan inklusif tanpa UMKM yang ikut bergerak maju. Keberlanjutan yang sesungguhnya terjadi ketika pembiayaan menjangkau desa-desa, petani, dan pelaku usaha mikro di Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hery menekankan bahwa perhatian global terhadap pembiayaan berkelanjutan kini menitikberatkan pada dampak, transparansi, dan kualitas implementasi.

Kategori :