HARIAN DISWAY - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan fakta persidangan terkait dugaan pencampuran kepentingan bisnis pribadi dengan kebijakan publik, serta aliran dana investasi besar dari Google, dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Terdakwa Nadiem Makarim mencampuradukkan kepentingan bisnis dan pribadi ke dalam ekosistem pendidikan tanpa melibatkan pakar pendidikan yang kompeten,” tegas JPU Roy Riadi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa, 27 Januari 2026. Sebagai gantinya, kebijakan yang bertujuan memasukkan produk Google Chrome OS ke ekosistem pendidikan Indonesia itu justru melibatkan orang-orang dekat Nadiem yang dinilai tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang relevan. Dalam keterangannya, JPU menyoroti sejumlah fakta krusial. Pertama, terungkapnya aliran investasi besar dari Google ke PT AKAB, perusahaan yang didirikan terdakwa Nadiem, dengan total mencapai USD 786 juta atau setara Rp 207 triliun. Aliran dana ini bertepatan dengan lonjakan nilai aset pribadi Nadiem yang pada 2022 tercatat lebih dari Rp 5 triliun. BACA JUGA:Google Bantah Terlibat Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek BACA JUGA:Kejagung Tetap Buru Jurist Tan di Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek Kedua, JPU menilai ada pola transaksi mencurigakan pada 2021, di mana Google melepaskan sahamnya untuk kemudian dibeli kembali oleh PT AKAB. “Transaksi ini terjadi berdekatan dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021. Kami patut menduga adanya aliran uang dari PT AKAB ke perusahaan terdakwa Nadiem yang tidak tercatat sebagai utang piutang maupun transaksi pajak yang sah,” tegas Roy Riadi. Hal ketiga yang disorot adalah temuan transfer 109 miliar lembar saham GOTO ke perusahaan offshore di Kepulauan Cayman. Saham itu kemudian dibagikan ke manajemen dan direksi dalam bentuk pinjaman. JPU mempertanyakan alasan pelarikan aset ke luar negeri yang diduga kuat sebagai upaya penghindaran pajak. Dari sisi teknis pengadaan, JPU menyebut spesifikasi produk diberikan langsung oleh Google kepada tim orang dekat Nadiem. Proses ini dinilai tidak transparan dan mengakibatkan mark-up harga, karena Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengaku tidak melakukan survei harga pasar. BACA JUGA:Nadiem Makarim Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Rugikan Negara Rp2,18 Triliun BACA JUGA:Nadiem Makarim Cs Siap Disidang JPU akan terus mendalami keterangan para saksi, termasuk dari pihak GOTO dan Google Indonesia, untuk memperkuat pembuktian mengenai kerugian negara dan keterlibatan pihak-pihak terkait. Persidangan perkara terdakwa Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, dan Mulyatsyah ini masih akan berlanjut. (*)Korupsi Chromebook, JPU Ungkap Aliran Dana Google dan Konflik Nadiem
Rabu 28-01-2026,14:34 WIB
Reporter : Alizatul Hafizah*
Editor : Noor Arief Prasetyo
Tags : #nadiem makarim
#konflik kepentingan
#kasus korupsi
#jpu kejaksaan
#chromobook pendidikan
#aliran dana
Kategori :
Terkait
Jumat 07-08-2026,17:28 WIB
Usut Pencucian Uang dan Emas 74 Kg, Penyidik Kejagung Periksa Febrie Adriansyah
Selasa 04-08-2026,10:31 WIB
Kejagung Pastikan Kepemilikan Emas 74 Kg dan Uang Rp543 Miliar Dibuktikan di Persidangan
Selasa 28-07-2026,23:33 WIB
Mengapa Kita Lebih Paham Hukum dari Media Sosial ketimbang Buku Undang-Undang?
Rabu 06-05-2026,17:43 WIB
Bos Sritex Divonis 14 Tahun Penjara
Sabtu 25-04-2026,15:34 WIB
Tiga Hari, KPK Periksa 27 Pejabat Pemkab Tulungagung
Terpopuler
Jumat 09-10-2026,08:00 WIB
Juventus Mulai Ragu pada Nick Woltemade, Tiga Striker Jadi Alternatif
Jumat 09-10-2026,20:33 WIB
Lorenzo Palmisani Jadi Rebutan Juventus dan Inter Milan, Frosinone Pasang Harga Rp240 Miliar
Jumat 09-10-2026,16:58 WIB
AC Milan Incar Endrick dari Real Madrid, Siapkan Skema Transfer Mirip Nico Paz
Jumat 09-10-2026,09:13 WIB
Menimbang Usulan Pemakzulan Gibran di Parlemen: Cukup 25 Suara, Siapa Berani Mulai?
Jumat 09-10-2026,20:23 WIB
Pembunuhan Mozza Axillia di Semarang setelah 16 Bulan: Intim Tanpa Radar
Terkini
Sabtu 10-10-2026,00:06 WIB
Teknologi AI Percepat Peretasan: Korea Selatan dan Jepang Hadapi Lonjakan Serangan Siber
Jumat 09-10-2026,22:56 WIB
Said Abdullah Dukung Rumah Tahfidz Al-Qur'an Puan Maharani di Malang untuk Pendidikan Karakter
Jumat 09-10-2026,22:38 WIB
Konsolidasi di Kabupaten Malang, Said Abdullah Ingatkan Kader Jaga Amanah Rakyat
Jumat 09-10-2026,22:24 WIB
Said Abdullah: Saatnya PDIP Perjuangkan Kader Sendiri Jadi Kepala Daerah
Jumat 09-10-2026,21:37 WIB