Fenomena ini tidak lepas dari tren kenaikan harga produk teknologi secara global. Di berbagai industri, biaya riset, produksi, dan distribusi terus meningkat. Di sektor ponsel, produsen kini memisahkan dengan jelas antara flagship konvensional dan foldable, dengan foldable ditempatkan sebagai produk eksklusif.
Samsung tampaknya memanfaatkan momentum tersebut untuk menguji sejauh mana konsumen bersedia membayar demi inovasi desain. Galaxy Z TriFold bukan sekadar perangkat komunikasi, melainkan simbol kemampuan teknologi dan status premium.
BACA JUGA:Samsung Resmi Umumkan Kehadiran Galaxy Z Trifold dan Headset Android XR Tahun Ini
BACA JUGA:Kelebihan Samsung Galaxy A56 dibanding Galaxy A55 dan Pendahulunya
Kehadiran Galaxy Z TriFold sebelum peluncuran Galaxy S26 juga menarik perhatian pasar. Samsung seolah ingin mengamankan sorotan lebih awal, memperlihatkan bahwa inovasi mereka tidak hanya hadir di lini flagship reguler, tetapi juga di segmen eksperimental dengan harga ekstrem.
Dengan harga awal USD 2.900, Galaxy Z TriFold diprediksi akan menjadi tolok ukur baru dalam industri smartphone. Apakah konsumen akan menyambutnya dengan antusias atau justru menjadikannya produk niche, akan terlihat setelah perangkat ini resmi beredar di pasaran. (*)