Suasana mendadak hening saat para lakon Drama Matakundali memasuki panggung.
Bagi keluarga besar Dhammajaya, drama ini adalah fragmen sejarah yang sangat sakral karena pernah dipentaskan pada tahun 90-an: masa di mana gedung vihara ini bahkan belum berdiri.
Romo Widya mengenang masa-masa sulit saat umat masih berpindah-pindah tempat ibadah, mulai dari Cetiya di Pucang Adi hingga Cetiya di Jalan Tulungagung.
Kala itu, pementasan drama seperti Matakundali menjadi bagian dari upaya "Malam Dana" untuk membangun rumah ibadah yang mereka impikan.
Kini, pementasan ulang drama tersebut bukan hanya menjadi hiburan, melainkan pengingat bahwa Vihara Dhammajaya tegak berdiri di atas fondasi perjuangan dan rasa syukur yang tak terputus selama 25 tahun. (*)