Diskusi Broken Strings di Kampus Darma Cendika Gugah Kesadaran Kolektif terhadap Ancaman Child Grooming

Sabtu 31-01-2026,01:29 WIB
Reporter : Saffanah Indah Fitrizahrani*
Editor : Indria Pramuhapsari

SURABAYA, HARIAN DISWAYBroken Strings: Fragments of A Stolen Youth karya Aurelie Moeremans mencuatkan fakta tidak menyenangkan tentang child grooming dan kekerasan terhadap perempuan. Memoar itu menjadi pembahasan utama diskusi buku di Universitas Katolik Darma Cendika pada Jumat, 30 Januari 2026.

Bedah Buku Broken Strings menghadirkan empat narasumber. Ada perwakilan tokoh agama, akademisi, dan pemerhati isu gender. Mereka menyoroti kekerasan yang kerap tersembunyi di balik relasi personal.

Suster M. Veronica Endah Wulandari, JCL, JCD dari Institutum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum (IMAVI) Keuskupan Surabaya mengapresiasi keberanian Aurelie untuk speak up lewat bukunya. 

"Ini langkah penting untuk mendorong lahirnya perubahan budaya dalam masyarakat," paparnya di hadapan para peserta diskusi. Budaya yang dimaksud adalah ketabuan untuk mengungkap ketidakadilan.

BACA JUGA:Refleksi Buku Aurelie Moeremans, Broken Strings-Fragments of a Stolen Youth: Benang-Benang yang Putus, Luka yang Menyambung

BACA JUGA:Ulasan Memoar Aurelie Moeremans, Broken Strings-Kepingan Masa Muda yang Patah: Pecahkan Sunyi, Gugah Penyintas Jadi Berani

Dalam bukunya, aktris serbabisa itu membagikan pengalaman pahitnya ketika menjadi korban kekerasan dan child grooming. Aurelie menyatakan bahwa manipulasi emosional dan relasi kuasa bisa menjerat korban sejak belia.

"Buku ini memicu keberanian untuk speak up. Ini penting agar masyarakat kita semakin adil dan semakin beradab," papar Veronika.

Dia menekankan bahwa tidak seharusnya rasa malu dan beban stigma dipikul oleh korban. "Yang seharusnya malu bukan korban, tapi pelaku," tegasnya.

"Korban lebih bermartabat daripada pelaku. Jangan takut mencari keadilan demi memulihkan kebebasan diri."

BACA JUGA:Bedah Buku Pater Fritz Meko: Kembara Pikiran, Catatan Harian Seorang Imam Katolik

BACA JUGA:Teater Gapus Gelar Bedah Buku Kitab Syair Diancuk Jaran bersama Silampukau, Menelusuri Kota Surabaya ala Indra Tjahjadi


SUSTER VERONICA menyampaikan pendapatnya atas buku Broken String: Fragments of A Stolen Youth yang ditulis Aurelie Moeremans. -Raden Khansa-Harian Disway

Korban memang cenderung akan dikuasai rasa takut untuk melapor. Sebab, budaya dalam masyarakat tidak memberikan kepercayaan yang setara kepada perempuan dan laki-laki.

Akibatnya, tekanan sosial dan pendapat keluarga akan membuat korban lebih memilih diam. Padahal, diam bukanlah solusi.

Kategori :