Bedah Buku Bank Daerah, Bongkar Tantangan dan Strategi Hadapi Masa Depan
Bedah buku dan talk show bersama tentang bank daerah -Harian Disway-
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Masa depan bank daerah dibedah dalam forum diskusi yang digelar Harian Disway bersama Bank Jatim dan didukung Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Rabu,12 Agustus 2026. Forum tersebut mengangkat buku karya Prof. Dr. Mas’ud Said, Komisaris Independen Bank Jatim.
Bedah buku berjudul Bank Daerah Resilient, Competitive, and Contributive itu dikemas berbeda. Buku tidak hanya dibahas dari sisi isi, tapi dijadikan pintu masuk untuk mendiskusikan tantangan dan peluang bank pembangunan daerah di tengah perubahan ekonomi serta perkembangan teknologi.
Founder Harian Disway Dahlan Iskan menjadi pemandu talk show. Ia berdiskusi bersama penulis buku Prof. Dr. Mas’ud Said, Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Prof. Dr. Suparto Wijoyo, serta Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi Bank Jatim Dodit W Probojakti.
Direktur Utama Harian Disway Tomy Cahyo Gutomo mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat berbeda. Buku karya Mas’ud Said menjadi tema utama untuk membuka percakapan yang lebih luas mengenai masa depan bank daerah.
BACA JUGA:Muhammad Mas'ud Said Komisaris Bank Jatim Raih Gelar Certified Risk Management
BACA JUGA:Bank Jatim Sebar Dividen Rp 850 Miliar, Khofifah Puji Kinerja Moncer 2025
“Kali ini, Dahlan Iskan menjadikan buku tersebut sebagai tema untuk diskusi dan ngobrol bersama. Tentu, akan banyak ide yang muncul pada diskusi tersebut,” ujar Tomy.
Menurut Tomy, forum tersebut tidak berhenti pada pemaparan isi buku. Diskusi diharapkan mampu mempertemukan perspektif akademisi, praktisi perbankan, dan pelaku industri media dalam melihat posisi bank daerah di tengah perubahan zaman.
Buku Bank Daerah Resilient, Competitive, and Contributive sendiri mengangkat sejumlah gagasan mengenai bagaimana bank daerah dapat memperkuat ketahanan, meningkatkan daya saing, sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Forum tersebut menjadi ruang untuk mendiskusikan bagaimana bank daerah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan. Lebih jauh, bank daerah dituntut mampu membaca perubahan perilaku masyarakat, perkembangan teknologi digital, serta kebutuhan ekonomi daerah.
BACA JUGA:Bidik Sport Tourism, Bank Jatim JConnect Run 2026 Tambah Kategori 5K
BACA JUGA:Genjot Digitalisasi JConnect, Bank Jatim Bidik 3 Juta Pengguna dan Perkuat Sinergi Daerah
Bagi audiens, diskusi tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih utuh mengenai peran strategis bank daerah beserta tantangan yang akan dihadapi.
Tomy mengatakan forum tersebut juga memberikan manfaat bagi Bank Jatim. Berbagai perspektif yang muncul dari diskusi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perusahaan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: