Muhammad Mas'ud Said Komisaris Bank Jatim Raih Gelar Certified Risk Management

Muhammad Mas'ud Said Komisaris Bank Jatim Raih Gelar Certified Risk Management

Komisaris Independen Bank Jatim Muhammad Mas'ud Said (dua dari kiri) meraih brevet profesional Certified Risk Management (CRM) dalam The Jakarta Risk Management Convention 2026 untuk memperkuat kapabilitas manajemen risiko dan pengawasan strategis, Selasa-Dok Bank Jatim-

HARIAN DISWAY - Komisaris Independen Bank Jatim Muhammad Mas'ud Said meraih brevet profesional Certified Risk Management (CRM) dalam The Jakarta Risk Management Convention 2026 untuk memperkuat kapabilitas manajemen risiko dan pengawasan strategis, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ajang tahunan yang digelar di Jakarta tersebut diikuti para profesional dan pengawas perbankan dari berbagai institusi. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas risk management atau manajemen risiko serta fungsi pengawasan strategis di sektor perbankan.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Mas'ud Said mendapat brevet profesional Certified Risk Management (CRM). Brevet itu diberikan setelah Mas'ud Said secara disiplin mengikuti pelatihan dan refreshment berjenjang sejak 2019, kemudian berlanjut pada 2022, 2024, 2025, hingga 2026.

Pada tahun ini, Mas'ud Said memperoleh brevet CRM bersama 46 profesional lainnya dari seluruh Indonesia. Pemberian brevet tersebut dilakukan oleh BSMR kepada para profesional yang berhasil mendapatkan gelar Certified Risk Management.

BACA JUGA:Bank Jatim Sebar Dividen Rp 850 Miliar, Khofifah Puji Kinerja Moncer 2025

BACA JUGA:Bank Jatim Cetak Laba Tertinggi, Gubernur Jatim Ingatkan Evaluasi BUMD Tak Digeneralisasi

Dalam konvensi tersebut, turut hadir Komisaris Utama Bank Jatim Adi Sulistyowati. Selain itu, hadir jajaran Komisaris Independen Bank Jatim, yakni Dadang Setiabudi dan Asri Agung Putra.

Konvensi berskala nasional itu diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas jajaran direksi dan komisaris dari berbagai institusi nonkeuangan. Peserta berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank nasional, hingga Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari seluruh Indonesia.

Kehadiran jajaran Dewan Komisaris Bank Jatim dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pemahaman dan kompetensi terkait pengelolaan risiko. Bank Jatim memastikan terciptanya titik temu profesional yang lebih sehat dan maju untuk mendorong industri perbankan yang produktif serta aman.

Budaya risiko menjadi salah satu aspek penting yang harus diterapkan secara disiplin dalam industri perbankan. Para bankir juga dituntut memiliki keberanian untuk berkata "tidak" terhadap berbagai hal yang tidak sesuai dengan prosedur.


Komisaris Independen Bank Jatim Muhammad Mas'ud Said dengan bangga mengenakan selempang gelar Certified Risk Management dalam The Jakarta Risk Management Convention 2026.-Dok Bank Jatim-

Dalam sambutannya, Gandung Troy Sulistyanto dari LSP BSMR memberikan apresiasi kepada para profesional yang terus meningkatkan kompetensinya. Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan risiko yang semakin dinamis di sektor perbankan.

BSMR pada tahun ini memberikan brevet kepada 47 orang yang berhasil mendapatkan gelar Certified Risk Management dalam kegiatan tersebut. Pemberian brevet itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional dalam menghadapi berbagai risiko yang berkembang di industri perbankan.

Perbankan saat ini dituntut memperkuat resiliensi atau ketahanan bank terhadap berbagai risiko yang berkembang secara dinamis. Penguatan manajemen risiko dan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk menjaga industri perbankan tetap produktif, sehat, dan aman. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: