Asbanda Tegaskan BPD Tak Minta Proteksi, Hanya Level Playing Field
Asbanda mendorong penempatan dana pemerintah pada BPD untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif.-Bank Jakarta-Bank Jakarta
BENGKULU, HARIAN DISWAY – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendorong pemerintah menciptakan level playing field bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Utamanya pada berbagai program dan transaksi pemerintah.
Penguatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi BPD sebagai Regional Development Bank yang berperan dalam pembangunan ekonomi daerah sekaligus menjaga ketahanan sistem keuangan nasional.
Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo menegaskan, BPD tidak meminta perlindungan dari kompetisi. Menurutnya, BPD justru harus mampu bersaing berdasarkan kualitas layanan, teknologi, tata kelola, dan manajemen risiko.
“Kami tidak meminta proteksi. Kami meminta level playing field. BPD harus siap berkompetisi melalui kualitas layanan, kapabilitas digital dan governance,” ujar Agus.
BACA JUGA:Bank Jakarta Bangun Biodigester, 500 Kg Sampah Organik Diolah per Hari

Struktur likuiditas BPD memiliki karakteristik berbeda karena berkaitan dengan siklus fiskal daerah,-Bank Jakarta-
Pemikiran itu disampaikannya pada seminar “Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas BPD dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” di Bengkulu, Jumat, 21 Agustus 2026
Seminar tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta jajaran direksi BPD dari berbagai daerah di Indonesia.
Agus mengatakan, secara fundamental kondisi BPD masih sehat. Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD mencapai sekitar Rp1.043 triliun, dengan total kredit sekitar Rp673 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp770 triliun.
Namun, pertumbuhan fungsi intermediasi di tengah tekanan sumber pendanaan perlu menjadi perhatian. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan cost of fund dan membatasi kemampuan BPD memberikan pembiayaan kompetitif.
BACA JUGA:Bank Jakarta-Persija Naik Kelas, Dari Sponsorship Jadi Strategic Partnership
BACA JUGA:Bank Jakarta Siapkan 17 Talenta Digital, Gandeng Binus University Lewat ODP IT 2026
Menurut Agus, persoalan likuiditas BPD tidak hanya menyangkut neraca perbankan. BPD memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi daerah karena menyalurkan pembiayaan untuk UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, transportasi hingga infrastruktur.
Struktur likuiditas BPD juga memiliki karakteristik berbeda karena berkaitan dengan siklus fiskal daerah, Transfer ke Daerah (TKD), APBD, serta berbagai transaksi dalam ekosistem pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: