AMALAN HARIAN Islami untuk menenangkan hati dan memperkuat mental.--pexels Karena itu, dalam menyongsong masa depan, mari kita latih diri untuk mendapatkan ketenangan hati yang sejati. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan: 1. Luruskan Niat dalam Setiap Aktivitas
Setiap perbuatan, mulai dari bekerja, belajar, hingga berinteraksi sosial hendaknya diniatkan semata karena Allah. Ketika niat diluruskan Lillah, respons dan penilaian manusia tidak akan mengguncang suasana hati Anda. BACA JUGA:7 Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan BACA JUGA:6 Amalan Utama yang Dianjurkan di Bulan Ramadan 2. Zikir yang Menghunjam
Zikir bukan sekadar mengulang lafaz, tetapi membawa hati untuk sadar akan kehadiran Allah dalam setiap detik kehidupan. Jadikan zikir sebagai nafas harian, terutama pada pagi dan sore hari. Kebiasaan berzikir itu akan menjadi penguat batin saat kecemasan datang. 3. Puasa Validasi Sosial
Kurangi ketergantungan pada like, komentar, atau pengakuan sosial di media. Seiring waktu, membatasi eksposur digital membantu hati kembali memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh dunia maya. 4. Perbaiki Kualitas Salat dan Doa
Salat bukan sekadar ritual fisik, tetapi momen intim untuk menyambungkan hati kepada Allah. Luangkan waktu untuk meningkatkan kekhusyukan, membaca doa dengan penuh kesadaran, dan menghadap Allah dalam setiap rakaat. BACA JUGA:Ramalan Bulan Agustus; Jaga Suasana Hati BACA JUGA:Bacaan Doa dan Amalan di Malam Nisfu Syaban 5. Sadar akan Ketergantungan Penuh kepada Allah
Nabi Muhammad mengajarkan agar kita meminta pertolongan hanya kepada Allah. Sebab, tanpa pertolonganNya, manusia tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan ketika seluruh manusia berkumpul untuk memberikan manfaat atau mudarat, mereka tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah. Kesadaran ini meningkatkan ketahanan mental dan menolong kita menghadapi ketidakpastian hidup. Akhirnya, tahun 2026 memang penuh misteri dan ketidakpastian. Namun bagi hati yang bertauhid, masa depan bukan sumber kecemasan, melainkan ladang amal yang dijalani dengan penuh harap dan optimisme. BACA JUGA:6 Amalan Zikir Bulan Ramadan BACA JUGA:Ada Keutamaan Berzikir di Waktu Petang, Apa Saja yang Hendaknya Dibaca? Pena takdir telah diangkat dan lembaran telah kering. Tugas manusia hanyalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Dari sikap inilah ketenangan hati tumbuh, bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena jiwa telah menemukan sandaran yang tak pernah goyah. (*) *) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.