Menurutnya, hal itu dapat berpotensi menimbulkan guncangan budaya, ekonomi, hingga politik.
Menghadapi tantangan tersebut, ia mendorong NU untuk menyiapkan figur kepemimpinan masa depan yang mengedepankan semangat kolektif atau the power of we.
"Ke depan, NU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara kharisma, tetapi juga memiliki kemampuan manejerial, sebagaimana teladan Rasulullah SAW sebagai pemimpin dan manager terbaik," tegasnya.
BACA JUGA:Mengenang Paus Fransiskus, Menag Nasaruddin Umar Serukan Persaudaraan Universal di Vatikan
Ia pun berharap harlah 100 Tahun NU menjadi batu loncatan untuk terus memperkuat moderasi umat dan menjaga keseimbangan kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara.
"Moderasi umat harus tetap menjadi jalan NU dalam mengawal persatuan dan masa depan Indonesia," tutupnya. (*)
*) Aisyah Aulia Maulana Putri, peserta magang dari Universitas Negeri Surabaya