Menag Nasaruddin Umar: Harlah 100 Tahun NU Momentum Perkuat Moderasi Umat

Sabtu 31-01-2026,12:58 WIB
Reporter : Aisyah Aulia Maulana Putri
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri Agama Republik Indonesia Prof Narasuddin Umar menyebutkan bahwa peringatan harlah 100 tahun masehi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai momentun penting untuk memperkuat moderasi umat di tengah dinamika sosial, politik, dan budaya yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Narasuddin Umar dalam sambutannya pada acara harlah 100 Tahun Masehi NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Kegiatan itu dihadiri pimpinan lembaga negara, jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para ulama, serta ribuan warga nahdliyin dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa satu abad perjalanan NU bukanlah waktu yang singkat. Menurutnya, usia 100 tahun masehi menandai kematangan NU sebagai organisasi keagamaan yang berakar kuat pada tradisi pesantren.

"Seratus tahun perjalanan NU menunjukkan kematangan organisasi. NU sesungguhnya adalah pesantren besar yang penuh dengan dinamika keilmuan dan intelektual," ungkapnya.

BACA JUGA:Prabowo Dijadwalkan Hadir di Peringatan Harlah 100 Tahun NU di Istora

BACA JUGA:Menag: Al-Azhar Mesir Siap Kirim 1.000 Dosen ke Indonesia, Perkuat Pendidikan Islam dan Bahasa Arab

Menurutnya, tradisi pesantren yang menjadi akar NU menumbuhkan ruang diskusi lintas mazhab dan berbagai pandangan.

Namun, perbedaan tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan adab, akhlak, dan penghormatan terhadap kiai.

"Diskusi bisa sangat hangat, bahkan keras, tetapi akhlak santri kepada kiai tetap terjaga. Inilah kekuatan pesantren dan NU," ujarnya.

Baginya, NU sebagai keluarga besar yang diwarnai dinamika internal. Namun, tetap menjaga keharmonisan dan persatuan. NU bersifat inklusif dan menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen umat.

"NU adalah keluarga besar yang sakinah. Tidak ada orang luar, semua bisa menjadi bagian dari NU. Karena itu, NU akan terus menjadi kekuatan strategis bangsa Indonesia," ujarnya.

BACA JUGA:Islah NU: Pemulihan Gus Yahya sebagai Langkah Menuju Persatuan dan Perbaikan Tata Kelola

BACA JUGA:Wyndham Surabaya Angkat Konsep Pasar Malam Nusantara untuk Iftar Ramadan 2026

Lebih lanjut, Nasaruddin menyoroti tantangan masa depan yang semakin kompleks. Perubahan zaman yang bergerak lebih cepat dari kesiapan manusia.

Kategori :