Lalu, Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta Proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori Zona 13 Regional 4.
Menurut Hermansyah, proyek-proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional.
“Proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga membuktikan bahwa teknologi, inovasi perwira Subholding Upstream, serta kolaborasi dengan mitra dan pemangku kepentingan menjadi kunci optimalisasi potensi migas Indonesia,” katanya.
Menutup tahun 2025, sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang berhasil onstream dengan produksi melampaui target. Hingga 26 Desember 2025, produksi sumur tersebut mencapai 451,42 BOPD, lebih tinggi dari target awal 400 BOPD.
PHE memastikan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas terus didorong. Itu dilakukan demi menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
PHE menegaskan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta penerapan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016. (*)