JAKARTA, HARIAN DISWAY — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membuktikan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) masih memegang peran kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional. Itu terjadi pada masa transisi menuju energi rendah karbon.
Di tengah meningkatnya porsi energi baru terbarukan (EBT), migas dinilai tetap menjadi penopang utama stabilitas pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Pengembangan & Produksi PHE Mery Luciawaty mengatakan transisi energi tidak bisa serta-merta menggeser peran migas. Karena itu, pengelolaan hulu migas ke depan harus diarahkan pada keberlanjutan produksi melalui peningkatan cadangan.
“PHE menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya pada fase menuju Net Zero Emission,” kata Mery pada diskusi panel Scope Upstream Excellence Forum yang bertema Potensi dan Tantangan Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Mewujudkan Swasembada Energi, di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
BACA JUGA:PHE Catat Kinerja Solid 2025, Produksi Migas Tembus 1,03 Juta BOEPD
PHE memfokuskan pengembangan pada proyek laut dalam (deepwater) dan migas non-konvensional (MNK)-Dok.PT PHE-
Untuk mengamankan pasokan energi nasional dalam jangka panjang, PHE memfokuskan pengembangan pada proyek laut dalam (deepwater) dan migas non-konvensional (MNK). Pengembangan deepwater diproyeksikan menjadi new frontier industri hulu migas Indonesia.
Sementara MNK dinilai memiliki potensi besar untuk menjaga kesinambungan produksi nasional ke depan.
“Kami mendorong agar temuan eksplorasi bisa lebih cepat dikonversi menjadi proyek pengembangan yang ekonomis dan komersial, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap produksi dan cadangan migas nasional,” kata Mery.
Sejalan dengan agenda transisi energi, PHE mengusung strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy). Yakni, perusahaan memaksimalkan bisnis inti migas, serta PHE mulai membangun portofolio bisnis rendah karbon.
BACA JUGA:PHE Perkuat Budaya K3, Dorong Operational Excellence di Hulu Migas
BACA JUGA:PHE Salurkan Bantuan Rp5,9 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Sejumlah inisiatif yang dikembangkan antara lain carbon capture and storage/carbon capture, utilization and storage (CCS/CCUS), hidrogen geologi, serta berbagai program dekarbonisasi operasional.
“Pendekatan ini kami yakini mampu menjaga daya saing perusahaan sekaligus berkontribusi terhadap target penurunan emisi nasional,” ujarnyi.
PHE optimistis sektor hulu migas tetap menjadi penggerak utama ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional di tengah masa transisi energi. Karena itu, perusahaan ini melakukan penguatan kapabilitas organisasi, kepastian regulasi, serta sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis.