Sementara White dan Sky Blue menggunakan S Pen putih. Meski terkesan sepele, penyesuaian ini justru dinilai mengurangi aksen warna pada perangkat, membuat keseluruhan tampilan Galaxy S26 Ultra terlihat lebih kalem dan konservatif.
Pendekatan ini sebenarnya sejalan dengan kebiasaan Samsung. Untuk lini Ultra, perusahaan asal Korea Selatan tersebut jarang menghadirkan warna-warna berani. Eksperimen warna biasanya diserahkan kepada model reguler atau Plus, yang menyasar segmen pengguna lebih luas dan kasual.
BACA JUGA:Update Galaxy S26 Ultra 2026, Privacy Screen Jadi Fitur Unggulan Samsung
BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 Ultra Belum Rilis, Bocoran Kamera Samsung Galaxy S27 Ultra Malah Sudah Ramai
Galaxy S26 Ultra sendiri diprediksi akan diperkenalkan bersama Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus pada akhir bulan ini, dengan ketersediaan global menyusul pada Maret 2026.
Selain desain dan warna, perhatian publik juga tertuju pada kemungkinan perubahan harga. Isu kelangkaan RAM secara global disebut-sebut dapat memengaruhi struktur harga baru untuk seri Galaxy S26.
Jika bocoran ini terbukti benar, Galaxy S26 Ultra akan tampil sebagai flagship yang mengedepankan konsistensi desain dan identitas premium, ketimbang gebrakan visual.
Bagi Samsung, strategi aman ini tampaknya masih dianggap cukup untuk menjaga posisi Galaxy S Ultra sebagai salah satu ponsel Android paling prestisius di pasar. (*)