Doddy Hernanto Ciptakan QR Art Codeisme Berbasis STEAM, Dorong Indonesia Emas 2045

Doddy Hernanto Ciptakan QR Art Codeisme Berbasis STEAM, Dorong Indonesia Emas 2045

Hadi Wardoyo saat menyerahkan lukisan QR Art Codeisme karya Doddy 'Mr D' Hernanto kepada Kepala BRIN Prof Dr Ir Arif Satria di Jakarta.-Kawoong Innovation-

HARIAN DISWAY - Inovasi QR Art Codeisme karya Doddy Hernanto mengolaborasikan seni dan teknologi berbasis STEAM. Baginya, karya itu mendorong capaian menuju Indonesia Emas 2045.

Inovasi tersebut lahir dari pendekatan relatif baru. Menggabungkan unsur seni ke dalam teknologi yang selama ini didominasi pendekatan STEM.

QR Code yang sebelumnya hanya berupa pola hitam putih, oleh Mr.D diubah menjadi karya visual. Tapi tanpa menghilangkan fungsi utamanya.

Hadi Wardoyo, CEO Kawoong Innovation, lembaga yang peduli terhadap inovasi seni dan teknologi, menyebut Codeisme merupakan wujud nyata penerapan STEAM.

BACA JUGA:Temui SBY, Kawoong Innovation Serahkan Karya QR Art yang Bakal Lengkapi Museum dan Galeri SBY * ANI di Pacitan

BACA JUGA:Blueberry Guitar dan QR Art Kreasi Mr D; Empat Senar dengan Nada Tak Lazim


Mr D di antara dua karyanya yang menyuguhkan QR art Universitas Brawijaya Malang (kiri) dan QR Art Universitas Airlangga Surabaya. -Nadia Aliya/HARIAN DISWAY-

Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa teknologi dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih humanis.

"Melalui pendekatan STEAM, Codeisme menjadi kolaborasi antara seni dan teknologi. Yang tetap menjaga fungsi teknis sekaligus menghadirkan estetika," ujarnya.

Ia menilai bahwa selama ini teknologi sering kali terlalu berfokus pada aspek teknis. Akibatnya, produk yang dihasilkan cenderung kaku dan kurang memiliki kedekatan emosional dengan pengguna.

Dengan hadirnya QR Art, teknologi menjadi lebih komunikatif dan mudah diterima masyarakat. Pendekatan itu juga membuka peluang baru. Khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis kreativitas.

BACA JUGA:Mr D dalam Pameran Bermain dan Mempermainkan: Memproses Informasi Visual dengan Kodeisme

BACA JUGA:Wajib Pakai QR Code? Simak Aturan Terbaru Pembelian Pertalite dan Solar Per Februari 2026

Selain itu, Codeisme menunjukkan bahwa algoritma dan seni dapat berjalan beriringan. QR Code tidak lagi sekadar alat pemindai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: