Doddy Hernanto Ciptakan QR Art Codeisme Berbasis STEAM, Dorong Indonesia Emas 2045
Hadi Wardoyo saat menyerahkan lukisan QR Art Codeisme karya Doddy 'Mr D' Hernanto kepada Kepala BRIN Prof Dr Ir Arif Satria di Jakarta.-Kawoong Innovation-
Tetapi juga medium ekspresi visual yang memiliki nilai artistik. "Sains membuktikan apa yang ada. Tetapi seni membayangkan apa yang mungkin ada," kata Mr.D.
Lebih lanjut, inovasi itu dikaitkan dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut bahwa penguasaan teknologi harus dibarengi dengan karakter dan nilai budaya bangsa.
Menurut Hadi, gagasan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Yakni untuk memperkuat sumber daya manusia dan kedaulatan teknologi nasional.
BACA JUGA:Cara Membuat Angpao Digital QRIS yang Unik dan Berkesan
BACA JUGA:Tantangan dan Peluang Transaksi QRIS Bagi Konsumen dan Pemilik Bisnis yang Tak Selalu Mudah
"Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Kita harus mampu menciptakan inovasi sendiri dengan karakter bangsa," tegasnya.

Pendiri Kawoong Innovation Hadi Wardoyo SH MH MM (kanan) memberikan cenderamata berupa lukisan QR Art karya Mr D (kiri) kepada Prabowo Subianto pada saat ulang tahun Lemhanas, 19 Juni 2023. --Kawoong Innovation
Hadi menyinggung pandangan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie. Dia menekankan pentingnya keselarasan teknologi dengan cara kerja otak manusia.
Ia menilai inovasi seperti QR Art menjadi contoh nyata. Tentang bagaimana kolaborasi lintas disiplin dapat menghasilkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria mendorong terciptanya ekosistem riset yang adaptif. Menurut Hadi dan Mr.D, konsep STEAM mampu melahirkan talenta yang fleksibel dan inovatif.
BACA JUGA:Parkir Digital Surabaya Merambah 76 Titik, Warga Kini Bayar Pakai QRIS
BACA JUGA:Tiga Langkah Pastikan QRIS Parkir Surabaya Asli, Ini Tipsnya
"Bahwa pendekatan itu akan menghasilkan generasi yang tidak hanya menguasai teknologi. Tetapi juga memiliki kepekaan estetika," ungkap Mr.D.
Menurutnya, masa depan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem. Tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam memberi makna pada teknologi tersebut.
"Tanpa seni, teknologi hanya akan menjadi mesin yang dingin. Namun dengan seni, kita membangun peradaban yang manusiawi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: