Gestur kecil yang dimaksud, antara lain:
• Memberi pujian tentang pakaian pasangan.
• Mengirim pesan selamat pagi setiap hari.
• Menonton film favorit bersama.
• Mengecek suasana hati pasangan melalui chat.
• Membelikan camilan kesukaan mereka.
• Mengunjungi tempat makan favorit mereka.
• Mendengarkan lagu favorit bersama.
• Mengirim playlist atau lagu yang mengingatkan pada mereka.
• Membuat nama panggilan khusus.
• Mengingat pesanan kopi atau minuman mereka.
BACA JUGA:7 Hadiah Menarik untuk Pasangan, Valentine jadi Makin Berkesan
BACA JUGA:5 Tradisi Unik Valentine di Berbagai Negara
Sebanyak 83 persen responden mengakui bahwa gestur kecil membuat mereka merasa lebih diperhatikan.
Gen Z juga mulai menghindari romantisme yang terlalu mencolok. Sekitar 31 persen responden menyatakan tidak tertarik pada kejutan besar seperti hadiah mahal atau aksi romantis di tempat umum.
Gestur besar dinilai sering kali terasa tidak autentik. Bahkan bisa menjadi tekanan sosial, terutama jika harus dipamerkan di media sosial. Bagi Gen Z, hubungan tidak harus selalu terlihat oleh publik.
Cara Baru Memaknai Hubungan
Tren relation-sipping mencerminkan perubahan cara Gen Z memaknai relasi di era digital. Mereka lebih menghargai keaslian dan koneksi emosional dibandingkan simbol romantis.
BACA JUGA:5 Ide Makan Malam Valentine 2026 di Rumah dengan Budget 100 Ribu
BACA JUGA:Kopi atau Cokelat? Minuman Terbaik untuk Meningkatkan Mood di Hari Valentine
Hubungan yang sehat, menurut Gen Z, adalah hubungan yang memberi rasa aman dan nyaman. Bukan yang penuh tuntutan atau ekspektasi berlebihan.
Dengan relation-sipping, Hari Valentine tidak lagi tentang hari yang penuh kejutan. Maknanya bergeser menjadi perayaan perhatian yang konsisten setiap hari.
Bagi Gen Z, cinta hadir dalam hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus. Dari pesan singkat hingga waktu berkualitas bersama. Valentine pun menjadi lebih sederhana, tetapi terasa lebih nyata. (*)
BACA JUGA:Unik! Begini Budaya Valentine di Korea Selatan
BACA JUGA:7 Tip Momen Valentine: Membangun Hubungan Romantis dengan Pasangan
*) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.