HARIAN DISWAY - Hari Valentine identik dengan cokelat, bunga, dan kejutan romantis. Namun, Generasi Z punya cara tersendiri untuk merayakan cinta.
Kini, mereka lebih memilih hubungan yang santai, tanpa tekanan, dan penuh perhatian kecil. Tren ini dikenal dengan istilah relation-sipping.
Relation-sipping menggambarkan cara membangun hubungan secara perlahan. Bukan lewat gestur besar, melainkan lewat momen sederhana yang konsisten. Konsep ini kian populer menjelang Hari Valentine.
Relation-sipping bukan sekadar istilah baru, tetapi sebuah perubahan cara pandang dalam berpacaran. Tren ini pertama kali diperkenalkan oleh Pepsi melalui riset dan kampanyenya bersama brand dating Thursday.
BACA JUGA:5 Destinasi Wisata Romantis untuk Rayakan Valentine
BACA JUGA:10 Rekomendasi Film Romantis Hari Valentine
Hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z di Inggris lebih memilih momen kecil dan autentik dibandingkan gestur romantis besar yang sering dipaksakan atau dipamerkan di media sosial.
Apa Itu Relation-Sipping?
KENCAN SEDERHANA saat Valentine menjadi pilihan mayoritas Gen Z pada zaman modern ini. --pexels
Relation-sipping diibaratkan seperti menikmati minuman secara perlahan (sipping), bukan diteguk sekaligus. Dalam konteks hubungan, Gen Z memilih menikmati proses kedekatan tanpa terburu-buru.
Hubungan dijalani perlahan dengan mengutamakan kenyaman, fleksibilitas, dan minim tekanan. Kenyamanan satu sama lain menjadi indikator penting bagi mereka sebelum melangkah ke komitmen yang besar.
Riset tersebut menunjukkan 77 persen Gen Z lebih menyukai gestur kecil dalam hubungan. Hanya sekitar 5 persen yang memilih gestur romantis besar ala Valentine klasik.
BACA JUGA:Ingin Valentine Berkesan Tanpa Menguras Kantong? Begini Cara Merayakannya!
BACA JUGA:Jomblo di Hari Valentine? Ini Cara Menikmatinya Tanpa Galau!
Gestur-gestur kecil tersebut mencakup hal-hal sederhana tapi bermakna. Seperti memberi pujian tulus, mengirim pesan selamat pagi, atau mengingat hal-hal kecil tentang pasangan.