HARIAN DISWAY – Arknights: Endfield resmi hadir global pada 22 Januari 2026 sebagai game aksi RPG berbasis free-to-play.
Game itu tersedia di PS5, PC, Android, dan iOS. Dan langsung menarik perhatian jutaan pemain sejak peluncurannya.
Berbeda dari seri Arknights sebelumnya. Seri terdahulu lebih dominan sebagai tower defence. Sedangkan Endfield memperluas pengalaman pemain.
Yakni dengan menghadirkan elemen real-time combat, RPG strategis, dan sistem manajemen produksi yang unik. Suatu kombinasi menarik. Apalagi bagi para gamer F2P atau Free to Play.
BACA JUGA:Arknights: Endfield Resmi Meluncur di PS5 pada 22 Januari 2026
BACA JUGA:5 Game Offline Gratis di HP untuk Menemani Puasa Kamu
Pertama kali Endfield dibuka, game itu sudah mencapai puluhan juta pra-registrasi. Menunjukkan antusiasme besar di kalangan pemain RPG dan gacha.
Meski monetisasi berbasis gacha tetap hadir, beberapa mekanik di Endfield dirancang lebih bersahabat. Terutama bagi pemain yang tidak ingin mengeluarkan uang. Jadi, Endfield lebih hemat dibandingkan dengan game lain di genre serupa.
Cover Arknights: Endfield yang akan rilis di PS 5 pada 22 Januari 2026. --Sony Interactive Entertainment
Salah satu alasan utama Endfield layak dimainkan oleh F2P adalah sistem gacha yang tidak sepenuhnya membatasi akses karakter dan senjata.
Dalam artikel panduan gacha, peluncur Endfield di Epic/Battle Pass memberi event yang menjamin akses Operator bintang enam dan senjata dalam misi tertentu.
BACA JUGA:Bandai Namco Siapkan Game Dragon Ball Age 1000 dengan Karakter Orisinal Karya Akira Toriyama
BACA JUGA:Game Freak Sebut Beast of Reincarnation Belum Bisa Dimainkan di Nintendo Switch 2
Sehingga pemain memiliki kesempatan realistis. Mereka bisa mendapatkan unit kuat tanpa harus terus membeli pull tambahan. Karakter duplikat pun bukan hal wajib untuk meningkatkan kekuatan tim secara signifikan.
Selain itu, Arknights: Endfield menawarkan battle pass dan temu (arsenal tickets) yang dapat diperoleh dari misi dan hadiah in-game. Tidak terkunci secara eksklusif di belakang pembelian premium.
Arsenal tickets itu dapat dipakai untuk membeli senjata di dalam shop, memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk pemain F2P. Termasuk bagi yang ingin membentuk tim optimal tanpa terus mengandalkan keberuntungan rate-up.
Dari segi gameplay, Endfield memadukan pertarungan real-time dengan kontrol satu karakter. Sambil memanfaatkan tiga Operator lain yang dikendalikan AI.
BACA JUGA:Kiln, Game 'Aneh' Dimana Pemain Adu Tembikar Sampai Pecah, Siap Meluncur Tahun 2026
BACA JUGA:Playground Games Janjikan Seribu NPC Bisa Dinikahi dalam Fable 2026
Sistem itu menciptakan kedinamisan taktis yang lebih kompleks dibandingkan game RPG gacha klasik. Pun, memaksa pemain memikirkan strategi SP (skill points), timing parry, serta pemilihan kombo elemen untuk memenangkan pertempuran.
Mekanik squad itu memungkinkan pemain bebas bereksperimen dengan berbagai gaya bermain. Sekaligus mengurangi kebergantungan pada satu karakter super kuat. Itu merupakan suatu keuntungan bagi F2P.
Satu hal yang membuat Endfield terasa lain dari game gacha biasa adalah komponen produksi dan manajemen resource.
Selain menjelajah peta dan melawan musuh, pemain bisa membangun fasilitas industri otomatis. Yang memproduksi material penting untuk upgrade karakter dan senjata.
Tampilan Planet Talos di game Arknights: Endfield. --Sony Interactive Entertainment
BACA JUGA:Pengajian Virtual di Ruang Game Roblox
Fitur itu semakin mengikat pemain untuk terus kembali tiap hari. Mereka terus membangun kemajuan tanpa harus membayar. Karena produksi barang sendiri dapat mengurangi ketergantungan pada pembelian materi gacha.
Tentu, tidak semua aspek Endfield berjalan mulus. Beberapa pemain mengungkapkan bahwa sistem gacha masih terasa menuntut investasi besar.
Mau tak mau itu harus dilakukan untuk benar-benar kompetitif di akhir permainan. Kekurangan lainnya, cerita awal bisa terasa lambat atau kurang kuat dibanding ekspektasi RPG modern.
Namun bagi gamer F2P yang menikmati mekanik strategi dan progres jangka panjang, hal itu lebih terasa sebagai tantangan progresif daripada hambatan mutlak.
BACA JUGA:Isyarat Sistem Reward Baru PS5 Mulai Terlihat, Sony Siapkan Pengganti PlayStation Stars
BACA JUGA:Sony Patenkan Kontroler PlayStation Tanpa Tombol Fisik
Arknights: Endfield memang bukan game open-world dalam arti teknis. Tetapi peta yang luas. Serta sistem fase yang terasa seperti sandbox.
Hal itu turut memperkuat daya tarik bagi pemain yang ingin pengalaman RPG lebih bebas. Tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dalam konteks gaming free-to-play 2026, Arknights: Endfield tampil sebagai titik temu antara kualitas visual, kedalaman gameplay, dan sistem monetisasi yang relatif adil.(*)