HARIAN DISWAY – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mendorong aparatur desa agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat rentan.
Khususnya warga yang belum tersentuh program bantuan sosial pemerintah.
Pernyataan ini menyusul tewasnya bocah berusia 10 tahun bernama Yohanes Bastian Roja di Jerebuu, Ngada, NTT karena putus asa tak mampu membeli peralatan sekolah.
Peran aktif pemerintah desa dinilai penting untuk memastikan bantuan negara tepat sasaran. Prasetyo menilai keterlibatan langsung perangkat desa dapat mempercepat upaya pengurangan angka kemiskinan.
Selain itu, langkah tersebut juga dianggap sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring, dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk, atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” ujar Prasetyo, Kamis, 5 Februari 2026.
BACA JUGA:Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, DPR RI Panggil Mendikdasmen dan Minta Polisi Transparan
Ia menegaskan, pengawasan dari tingkat desa juga penting untuk mencegah peristiwa tragis seperti kasus yang terjadi di Ngada.
Prasetyo menyatakan pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat lapisan terbawah tetap mendapat perhatian. Meskipun belum seluruhnya dapat diberdayakan secara mandiri.
“Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” imbuh Prasetyo.
Lebih lanjut, pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk meninjau ulang efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan.
Evaluasi akan mencakup berbagai aspek, mulai dari validitas data penerima bantuan hingga sistem pelaporan dan kepedulian sosial di masyarakat.
BACA JUGA:Inilah Isi Surat Mahasiswi Unima yang Bunuh Diri Setelah Dilecehkan Dosen