Heboh Temuan 21 Karung Cacahan Uang di Bekasi: Prosesnya Berentet

Jumat 06-02-2026,22:28 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Pihak lembaga amal di Veszto sangat berterima kasih atas bantuan briket itu.

”Sumbangan dari bank nasional itu... tak ternilai harganya,” kata Erika Berke, manajer pusat anak-anak di Veszto penerima briket, ”terutama selama bulan terakhir ketika musim dingin benar-benar tiba.”

Musim dingin di sana, suhu berkisar mendekati minus 10 derajat Celsius pada siang hari, dan di bawah  minus 20 derajat Celsius pada malam hari. Semua orang butuh pemanas di dalam rumah mereka. Maka, briket uang itu sangat berguna.

Di pusat penyimpanan uang tunai dengan keamanan maksimum milik Bank Nasional Hungaria, dekat Sungai Danube di pinggiran Kota Budapest yang terpencil, Barnabas Ferenczi, direktur logistik uang tunai, merasa bangga dengan skema pemberian gratis briket berbahan uang tersebut.

Proses pembuatannya, uang kertas disobek-sobek dengan mesin penghancur. Lalu, dilebur dengan mesin semacam kompresor bertekanan tinggi. Akhirnya menjadi briket. ”Kandungan kalor briket ini mirip dengan batu bara cokelat,” kata Barnabas Ferenczi.

Kalau ada istilah ”orang kaya suka bakar uang”, sama dengan bank sentral Hungaria. Bedanya, orang kaya membakar uang untuk kepentingan diri sendiri, bank sentral disumbangkan ke lembaga amal. (*)

Kategori :