Itulah ”Opsi Samson”. Strategi kiamat kecil.
Anda tahu kisah Samson? Ia meruntuhkan pilar gedung. Musuhnya mati, ia ikut mati tertimpa reruntuhan.
Iran memegang tombol itu. Jika diserang, Iran tak perlu repot melawan armada AS yang canggih. Tidak perlu adu tembak di laut.
Cukup bakar ladang minyak tetangga.
Cukup hujani kilang minyak Arab Saudi dengan rudal.
Ekonomi dunia, termasuk harga bensin di motor Anda, akan rontok seketika.
IRONI RUMAH KACA
KASIHAN tetangga Iran. Arab Saudi. Qatar. Uni Emirat Arab. Oman.
Mereka ini hidup di ”rumah kaca”. Indah, bening, tapi rapuh. Kilang minyak mereka. Terminal gas mereka. Gedung pencakar langit yang menjulang sombong itu. Semuanya dalam jangkauan rudal Iran.
Satu perintah dari Teheran, Selat Hormuz jadi lautan api. Jalur minyak dunia putus.
Makanya, negara-negara Teluk itu melobi Gedung Putih sambil gemetar. ”Tolong, Pak Trump. Ngopi saja. Jangan pakai perang.”
Mereka tahu nasib apes mereka. Duduk di teras rumah orang yang sedang berkelahi. Tetangga utara pegang batu. Rumah mereka kaca semua. Dilempar sedikit, pecah berantakan.
Sementara kopi diseduh di Oman, ”Perang Siluman” jalan terus. Darah dibayar darah.
Di Bandar Abbas, Iran Selatan, gedung delapan lantai runtuh misterius Sabtu lalu. Targetnya konon Laksamana Alireza Tangsiri.
Di Teheran, balasannya lebih sakit. Seorang pria digantung mati. Dituduh mata-mata Mossad.