Walau sempat sulit, Nkunku menegaskan tak pernah terpikir untuk hengkang dari AC Milan. Ia menjelaskan bahwa dirinya berusaha menjaga ketenangan karena percaya dengan kualitas yang dimiliki.
Lebih lanjut, ia memandang Rossoneri (julukan AC Milan) sebagai klub terbesar di Italia dengan ambisi kuat meraih trofi. Setelah pernah merasakan gelar di tim lain, ia berharap dapat mengulanginya bersama klub yang menurutnya memang terlahir untuk menjadi pemenang.
BACA JUGA:AC Milan vs Lecce 1-0: Niclas Fullkrug Jadi Penentu, Rossoneri Tetap Tempel Inter
BACA JUGA:Fiorentina vs AC Milan 1-1: Rossoneri Imbang Lagi, Allegri Mulai Frustrasi
Ucapan tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang sempat muncul beberapa bulan lalu. Kini, dengan jadwal padat dan beberapa pemain depan yang mengalami masalah kebugaran, kehadiran Nkunku justru menjadi alternatif penting bagi Massimiliano Allegri.
Tren performanya yang menanjak membuatnya semakin relevan dalam rotasi bersama Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Niclas Fullkrug.
Mengenai Ibrahimovic, yang kini menjadi penasihat untuk pemilik klub, ia merasa sosok legenda Swedia itu tetap sama.
“Sekarang saya melihat Ibrahimovic memakai jaket, dulu dia memakai sepatu bola. Selain itu, tidak banyak berubah,” kata Nkunku.
BACA JUGA:Dipinjamkan ke AC Milan, Fullkrug Ungkap Masa Sulit di West Ham
BACA JUGA:Parma vs Inter Milan 0-2, Nerazzurri Jauhi Kejaran AC Milan
Potret legenda sekaligus penasihat klub AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, ketika memantau pertandingan tim-Instagram @iamzlatanibrahimovic-
“Ia masih punya karakter dan keinginan untuk menang. Saya ingat suatu kali di latihan saya membuat kesalahan yang membuat tim, yang juga ada Ibra, kalah. Ia tidak mengatakan apa pun saat itu, tetapi pada hari pertandingan, ia berkata kepada saya: Kita kalah, jangan pernah ulangi lagi,” ujar sang pemain.
Dengan kepercayaan diri yang mulai kembali dan peran yang makin jelas di skuad Rossoneri, Nkunku perlahan membuktikan bahwa kesabarannya untuk bertahan mulai membuahkan hasil. (*)