BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Kebon Jeruk, Jakarta: Efek Krisis Setengah Baya
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Denpasar karena Kasihan: Kasus Altruistic Homicide
Oga berhenti memaksa. Lalu, ia maju lagi, naik ke ranjang, mencekik Aulia. Cekikan ditekan sekuat tenaga. Aulia lemas. Oga memerkosa Aulia (pasal 473 ayat 1 dan 6 KUHP baru menyebutkan, pemaksaan hubungan seksual dengan kekerasan, atau ancaman kekerasan, tetap dipidana meski terjadi dalam ikatan perkawinan).
Seusai memerkosa Aulia, Oga menuju dapur, mengambil pisau. Terus, ia menggorok leher korban. Berdasar hasil pemeriksaan di RSUD Lebong, leher korban nyaris putus total. Itulah penyebab kematian. Hasil pemeriksaan, diketahui Aulia hamil sekitar 12 pekan.
Selesai membunuh, Oga pulang. Tiba di rumah ortunya, ia cepat berganti pakaian. Pakaian Oga penuh darah korban. Setelah berganti pakaian, ia tidur. Mungkin pura-pura tidur.
BACA JUGA:Suami Bunuh Mantan Istri yang Ditelepon Pria Lain: Delapan Tahap Pembunuh
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri karena Ketahuan Selingkuh: Jangan Pergi, Hatiku Padamu
Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 atau sekitar tiga setengah jam setelah pembunuhan, Oga menelepon HP Zamzami yang sedang berjualan di pasar. Isi telepon, Oga mengatakan bahwa saat menelepon itu ia berada di rumah ortunya di Desa Lemeu.
Oga mengatakan ke Zamzami, ia punya firasat buruk tentang Aulia. Semalam ia mimpi buruk tentang Aulia. Oga meminta Zamzami pulang mengecek kondisi Aulia.
Telepon itu bagi Zamzami kedengaran aneh. Mengapa, nada bicara Oga seperti mendesak agar Zamzami segera pulang? Zamzami penasaran. Ia cepat mengemasi barang dagangan, lalu pulang.
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri saat Proses Cerai: Siasat Kecil Tersangka
BACA JUGA:Problem Suami Bunuh Istri di Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Tiba di rumah, Zamzami mendapati Aulia tergeletak berlumuran darah. Meski ada banjir darah, ia bisa melihat sumber lukanya dari leher yang menganga. Zamzami berteriak minta tolong tetangga. Spontan tetangga berdatangan. Mereka menyaksikan kondisi korban yang mengerikan.
Zamzami berusaha menenangkan diri di luar rumah. Ia lalu menelepon Oga, memberitahukan bahwa Aulia kecelakaan. Intinya, Zamzami mengatakan, Oga harus melihat kondisi Aulia di rumah.
Oga datang ke rumah Zamzami, naik motor dengan memboncengkan ibunya. Mereka berdua melihat kondisi Aulia. Menurut saksi warga, saat itu Oga kelihatan sangat sedih. Kesedihan Oga kian keras ketika rombongan polisi tiba di TKP setelah ditelepon warga.
Polisi memeriksa korban, dinyatakan sudah meninggal. Jenazah dikirim ke RSUD Lebong. Tim polisi memintai keterangan para saksi di TKP. Oga mengatakan, ia berada di rumah sejak pisah rumah beberapa pekan lalu, hingga ditelepon Zamzami agar datang ke TKP.