Suami Penganggur Bunuh Istri di Bengkulu: Alibi Palsunya, Begini…

Rabu 11-02-2026,14:54 WIB
Reporter : Djono W. Oesman
Editor : Yusuf Ridho

Itu biasanya terjadi setelah istrinya mengancam atau mencoba pergi. Suatu tindakan yang bisa sangat berbahaya bagi wanita yang merasa pasangannya mengontrol dan melakukan kekerasan.

Dietz: ”Pria pembunuh pasangannya karena takut ditinggalkan punya kepribadian sangat tidak stabil dan emosional, dikenal sebagai tipe borderline.”

Ketiga, kecemburuan seksual. Model itu sudah banyak orang tahu. Sebagian orang menyebutnya posesif seksual terhadap pasangannya sebagai objek. Pelaku adalah pencemburu buta.

Keempat, pelaku membunuh pasangan, lalu ingin bunuh diri. Si pembunuh mungkin kemudian bunuh diri atau tidak. Beberapa dari mereka mengurungkan niat bunuh diri setelah membunuh.

Di kasus Bengkulu, Oga diminta secara halus oleh mertua agar pisah rumah dengan Aulia. Oga pun menurutinya. Kasusnya cocok dengan teori Dietz nomor dua: takut ditinggalkan atau berpisah. (*)

 

Kategori :